Beranda MUBA Cegah Kekerasan Terhadap Anak, KPAD MUBA Kujungi Pesantren

Cegah Kekerasan Terhadap Anak, KPAD MUBA Kujungi Pesantren

41
0

Mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak di lingkungan Pesantren seperti yang terjadi di kota Prabumulih beberapa waktu lalu, Komisi Perlindungan Anak daerah (KPAD) Kabupaten Musi Banyuasin (Mub) melakukan kunjungan ke pesantren yang ada di Muba

Kunjungan sekaligus sosialisasi dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan pesantren KPAD menyambangi pesantren Assalam yang berada di Desa Sri Gunung Kecamatan Sungai Lilin.

Dalam kunjungan tersebut, KPAD Muba berdialog berasama pengurus pesantren dimana tujuan dari kegiatan tersebut untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pelindungan dan pemenuhan hak anak sesuai dengan Undang – undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 76 A.

Katua KPAD Muba Soleman MPdi mengatakan
tujuan kunjungan yang dilakukan salah satu upaya pencegahan agar tidak terjadi kekerasan terhadap anak di lingkungan Pesantren Khususnya Pondok Pesantren Assalam dan umumnya seluruh Pondok Pesantren yang ada di kabupaten Musi Banyuasin.

” ini merupakan langkah-langkah pencegahan terjadinya pelanggaran Hak Anak baik kekerasan fisik dan psikis atau pun pelecehan seksual terhadap anak di lingkungan Pesantren,”ungkap Soleman, Rabu (22/9).

Dikatakanya, pihaknya akan terus berkordinasi dengan berbagai pihak khsusnya pengurus pondok pensantren yang ada di Muba agar selama para santri dan santriwati menimba ilmu agar membuat aturan yang tidak ada penerapan unsur kekerasan baik itu antara para guru pesantren dengan para santri maupun antara satri dengan santri lainya.

“Ini hikma yang kite petik dari kejadian beberapa waktu lalu terjadinya kekerasan terhadap santri yang sangat luar biasa terjadi di kota Prabumulih.
Tentu kita semua berharap agar kejadi serupa tidak terjadi di Bumi Serasan Sekate,”tandasnya.

Senada apa yg di sampaikan oleh Ustadz Maman salah satu pengurus pondok pesantren Asssalam bahwasannya di Pondok Pesantren Assalam sudah di buat aturan-aturan yang jelas mengenai larangan melakukan kekerasan oleh pengurus OSA (Organisasi Santri Assalam) terhadap adik tingkat atau A’dok, kekerasan, bullying dan lain sebagainya

“Prilaku kekerasan merupakan pelanggaran berat dan hukuman bisa di keluarkan dari pesantren dengan cara tidak hormat. Dan itu juga sudah termaktub dalam makluman Pimpinan Yayasan Pondok,” tegasnya

Sementara, dalam kunjungan tersebut, hadir Ustadz Maman Sulaiman Ketua MPS (Mejelis Pembimbing Santri), Ustadz Ahmad Dimas Arif Hakim Bagian Kedisiplinan danUstadz Muhammad Mukhtarul Mukhlisin Bagian Keasramaan, Wali Asrama,

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini, semoga tidak hanya hari ini agar kiranya bisa secara rutin hadir ke pondok kami” tutup ustadz Maman.

Tanggal Update on 22 September 2021 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here