Keluhan Warga Memuncak, DPRD Ogan Ilir Desak Penertiban Truk Antre Solar di SPBU

Sumselnews.co.id – Ogan Ilir | Persoalan kemacetan lalu lintas akibat antrean panjang kendaraan truk di sejumlah SPBU akhirnya menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Ogan Ilir. Keluhan masyarakat yang selama ini terjadi hampir setiap hari resmi disampaikan dalam rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ogan Ilir, Senin (18/5/2026).

Sorotan tersebut disampaikan anggota DPRD Ogan Ilir dari Fraksi PDI Perjuangan, Amir Hamzah SH, usai Sidang Paripurna XXXI DPRD Kabupaten Ogan Ilir Masa Sidang III Tahun 2026.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua II DPRD Ogan Ilir Ahmad Syafei dan dihadiri Wakil Bupati Ogan Ilir H Ardani SH MH. Agenda sidang membahas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Nota Penjelasan Bupati Ogan Ilir mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2026.

Dalam penyampaiannya, Amir Hamzah mengungkapkan sedikitnya terdapat tiga titik SPBU yang menjadi sumber kemacetan lalu lintas akibat antrean kendaraan truk pengangkut maupun pengguna BBM solar.

“Ada tiga titik lokasi SPBU yang sering terjadi kemacetan lalu lintas, yakni SPBU di kawasan Taman Permata Indralaya (TPI), SPBU Tanjung Raja, dan SPBU arah Universitas Sriwijaya (Unsri),” ujar Amir Hamzah.

Ketua Komisi II DPRD Ogan Ilir itu menegaskan, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan dikeluhkan masyarakat karena mengganggu aktivitas harian pengguna jalan, Menurutnya, antrean truk yang memadati area SPBU hingga meluber ke badan jalan menyebabkan arus lalu lintas tersendat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir segera memanggil pihak pengelola SPBU dan menertibkan kendaraan yang menimbulkan kemacetan lalu lintas,” tegasnya.

Baca Juga  DPRD Ogan Ilir Soroti Peredaran Narkoba di Tanjung Batu dan Payaraman

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Ogan Ilir H Ardani SH MH menyatakan pemerintah daerah akan segera melakukan koordinasi lintas sektoral guna mencari solusi penanganan kemacetan.

“Kita akan koordinasi lintas sektoral untuk mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas ini,” kata Ardani.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan truk di SPBU kawasan TPI Indralaya memang telah menjadi pemandangan rutin setiap hari. Puluhan hingga ratusan truk antre secara bergantian untuk mendapatkan BBM jenis solar.

Kondisi semakin parah karena lokasi SPBU berada di jalur utama Jalan Lintas Timur (Jalintim) yang melintasi pusat Kota Indralaya dan hingga kini belum memiliki jalur ganda.

Akibatnya, kemacetan hampir tidak pernah terhindarkan, terutama saat jam berangkat sekolah, jam masuk kerja ASN, PPPK, maupun karyawan swasta, hingga waktu pulang aktivitas masyarakat.

Puluhan kendaraan truk dengan berbagai jenis dan sumbu parkir memanjang di halaman SPBU hingga ke bahu jalan. Bahkan sebagian kendaraan terpaksa menunggu giliran pengisian BBM di pinggir jalan.

Warga Indralaya, Malikul, mengaku kondisi tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Tidak tahu sampai kapan kemacetan ini terjadi. Puluhan truk tiap hari antre di SPBU untuk mendapatkan BBM,” ujarnya.

Menurut dia, SPBU yang berada di tengah kota seharusnya tidak lagi melayani kendaraan truk skala besar seperti di daerah perkotaan lainnya.

“Semestinya SPBU di tengah kota tidak melayani truk besar. Kalau tetap melayani, kemacetan akan terus terjadi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Indralaya, Ustadz M Gusti Ali. Ia menilai persoalan antrean BBM hingga menyebabkan kemacetan merupakan dampak lemahnya tata kelola distribusi BBM.

“Antrean kendaraan truk hingga menyebabkan kemacetan ini menunjukkan buruknya sistem manajemen distribusi BBM. Masyarakat yang akhirnya dirugikan,” tegasnya.

Baca Juga  Fenomena Semburan Air Lumpur Disertai Gas, Bupati Ogan Ilir Himbau Warga Sekitar Jaga Jarak

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Ilir, Edi Hapandi SE MSi, mengakui kawasan SPBU TPI memang menjadi titik kemacetan hampir setiap hari.

“Kami segera berkoordinasi dengan pengelola SPBU, Satlantas Polres Ogan Ilir, dan instansi terkait lainnya untuk mencari solusi penanganannya,” ujarnya.(12)