Sumselnews.co id LAHAT || Puluhan masa anggota Koperasi Merapi Jaya lakukan aksi damai di depan PT Lahat Pulau Pinang Bara Jaya (LPBBJ) di Desa Geramat Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten.
Kedatangan masa tersebut menuntut pihak perusahaan mencabut laporan kepolisian yang membuat beberapa anggota Koperasi Merapi Jaya diamankan oleh pihak kepolisian.
Sudarman selaku pengurus Koperasi Mekar Jaya, Kamis (10/11) menceritakan di amankan nya anggota Koperasi Merapi Jaya bermula atas dugaan penambangan di lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP).
Laporan Kepolisian yang dilakukan PT. lPPBJ dilakukan setelah Koperasi Merapi Jaya melakukan uji coba penambangan di Desa Lubuk Betung, Merapi Selatan.
Diakuinya pihak Koperasi sebelumnya telah melayangkan surat kepada PT LPPBJ untuk melakukan kerjasama sebagai mitra antara pihak Perusahaan dan Koperasi.
“Kita sudah tiga kali kirim surat ke PT LPBBJ untuk kerjasama namun belum ada tanggapan,” Katanya.
Sudar menjelaskan lahan yang di tambang oleh pihaknya ini masih milik pribadi dan belum ada yang di ganti rugi oleh PT LPBBJ.
Untuk luas keseluruhan lahan tambang rakyat yang dilakukan uji coba penambangan ini seluas kurang lebih satu hektare.
Selain menuntut di tangguhkan nya penahanan anggotanya dalam aksi damai tersebut, Koperasi Merapi Jaya juga meminta PT. LPBBJ agar mau bermitra.
“Dengan adanya mitra ini koperasi akan menjadi legal jadi masyarakat tidak jadi penonton,” Imbuhnya.
Adapun hasil kesepakatan dari aksi damai ini, Pihak PT LPBBJ akan melakukan kordinasi di internal perusahaan mereka.
Akan tetapi pihak Koperasi Merapi Jaya memberikan batas limit waktu jika dalam 2 X 24 jam tidak ada jawaban yang pasti atas tuntutannya, mereka memastikan akan mengerahkan masa yang lebih besar lagi.
Selanjutnya awak Media mencoba untuk mencari informasi ke pihak perusahaan LPPBJ dan mencoba mengkonfirmasi terkait aksi damai yang terjadi.
Awak media berhasil menghubungi salah satu karyawan perusahaan, namun dia enggan berkomentar dengan alasan bukan bidang dalam perkerjaannya.
“Maaf pak saya tidak bisa berkomentar, karena bukan bidang saya, nanti biar atasan saya yang memberikan komentar,” ujarnya sambil menyampaikan jangan ditulis nama saya dalam berita.
Sementara itu Kapolsek Merapi Barat AKP Herman Akhiri Sip MM mengatakan saat diwawancara, dirinya sebagai aparat penegak hukum hanya mengawal aksi massa agar berjalan tertib dan damai.
“Aksi berjalan dengan damai dan tanpa ada kekerasan, semua berjalan kondusif. Tadi warga sempat diterima oleh perwakilan perusahaan yadi,” jelas Kapolsek Merapai Barat
Agustin






