PALI, Sumselnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan efisien. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan Aplikasi Srikandi untuk jajaran pemerintahan desa, kelurahan, kecamatan, hingga sekolah, pada Jumat (25/7/2025) di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Komperta.
Aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) adalah platform nasional berbasis elektronik yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan arsip dinamis secara digital. Sistem ini menjadi tulang punggung dalam implementasi pemerintahan berbasis elektronik (e-government) karena mengatur lalu lintas surat-menyurat, pengarsipan, dan manajemen dokumen instansi pemerintahan dengan cara yang efisien dan ramah lingkungan.
Di Kabupaten PALI, penggunaan aplikasi ini sudah diperkenalkan sejak tahun 2024, namun tahun 2025 menjadi tonggak perluasan penggunaannya, yang kini menjangkau hingga ke unit terkecil seperti desa, kelurahan, dan sekolah.
Bupati PALI, Asgianto, ST, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi ini bukan sekadar tren digitalisasi, tetapi solusi nyata dalam menghadirkan pemerintahan yang lebih cepat dan hemat biaya. Ia menekankan bahwa dengan Srikandi, komunikasi surat-menyurat antara lembaga tidak lagi tergantung pada dokumen fisik.
“Dengan adanya Aplikasi Srikandi, kita bisa mengurangi penggunaan kertas secara signifikan. Surat menyurat bisa dikirim dan dibaca lewat perangkat Android tanpa harus bertemu langsung dengan pengirim,” ujarnya saat membuka kegiatan Bimtek.
Dengan mengucapkan Bismillah, Bupati secara resmi membuka kegiatan Bimtek yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai lapisan pemerintahan lokal.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah PALI, Supawi, menjelaskan bahwa Bimtek ini menyasar 213 orang peserta yang berasal dari 71 desa dan kelurahan, terdiri atas pencatat surat dan admin pemerintahan tingkat bawah.
Tak berhenti di situ, menurut Supawi, pihaknya juga telah menyusun jadwal pelatihan lanjutan bagi 246 kepala sekolah di Kabupaten PALI yang akan dilakukan langsung di sekolah masing-masing.
“Target kita adalah seluruh elemen pemerintahan, termasuk sekolah-sekolah negeri, dapat mengintegrasikan sistem surat dan arsip mereka dengan Aplikasi Srikandi agar lebih efisien dan tersistem,” ujar Supawi.
Lebih dari sekadar perubahan sistem, Aplikasi Srikandi merupakan wujud transformasi budaya kerja di lingkungan pemerintahan Kabupaten PALI. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan menciptakan transparansi dalam tata kelola surat dan arsip, serta mempermudah pengawasan oleh atasan, auditor, maupun instansi pengawas lainnya.
“Kita bergerak menuju tata kelola pemerintahan yang baik (good governance),” tambah Supawi. “Melalui sistem yang terdigitalisasi ini, setiap surat bisa dilacak, dipantau statusnya, dan disimpan secara otomatis dalam arsip digital.”
Langkah ini juga sejalan dengan visi besar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mengurangi ketergantungan pada dokumen cetak (paperless). Bupati Asgianto pun menegaskan bahwa Kabupaten PALI siap menjadi salah satu kabupaten percontohan dalam penerapan digitalisasi kearsipan hingga ke tingkat akar rumput.

