SumselNews.co.id Ogan Ilir | Tampak jelas ada 3 orang oknum warga, memakai perahu dilengkapi alat setrum ikan, yang belum diketahui asalnya, sedang menyentrum ikan di Sungai Ogan Desa Jagolano, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumsel, di video yang di-posting akun Facebook (FB) Husaini Dik, pada Rabu (18/08/2021) kemarin.
Bukan hanya membahayakan lingkungan, menyetrum ikan juga berbahaya langsung bagi manusia. Kejadian pencari ikan dengan setrum tewas akibat tersengat alatnya sendiri sudah terjadi di beberapa tempat, dan juga merugikan warga sekitar.
Dalam suara di video tersebut mengatakan, “nah Pak Polisi, ikak ade rombongan wang nyetrum,” (nah pak polisi, ini ada rombongan orang nyetrum), ucapnya.
Saat ditelusuri kebenaran video yang beredar oleh media ini, dan mendapatkan nomor WatssApp akun FB Husaini Dik, ia membenarkan kejadian tersebut terjadi pada Rabu (18/08/21) kemarin pagi, ia pun geram atas ulah oknum-oknum tersebut.
“Ya benar… postingan video melaui akun FB tersebut benar-benar terjadi pagi kemarin di Sungai Ogan Desa Jagolano, kejadian itupun sudah saya lapor ke Babinkamtibmas Polsek Tanjung Raja”. Ujar Husaini.
Husaini menambahkan, Kan kita sama-sama tau, bahwa mengambil ikan di sungai dengan cara menyetrum itu sudah ada larangan, dan juga ulah oknum-oknum itu selain berbahaya bagi diri mereka sendiri sangat merugikan warga sekitar. Karena selain bertani dan bersawah dan sepulangnya, warga di sini sering mencari ikan di sungai hanya untuk lauk makan.
“Seolah-olah mereka tidak takut dengan adanya Aparat Penegak Hukum dengan mengingat larangan menyetrum ikan ini, dan warga Desa kami ini mayoritas bertani dan bersawah, sepulangnya banyak warga sekitar mencari ikan untuk mencari penghasilan tambahan, bahkan hanya untuk lauk makan”.
Dan saya berharap ada tindakan tegas dari pihak Kepolisian dalam hal ini wilayah hukum Polsek Tanjung Raja, atas kejadian ini, mengingat sudah jelas larangannya dan ini sangat merugikan warga sekitar, tegasnya.
Saat dikonfirmasi Kapolsek Tanjung Raja, IPTU Joko Edy Santoso, STK,. SIK, mengatakan, bahwa pihak Polsek sudah monitor info dari masyarakat dan langsung mendatangi ke tempat kejadian.
Dan pada saat kita datang, sambung Kapolsek, para pelaku langsung melarikan diri, kita kesulitan mengejarnya, karena terkendala alat tranfortasi, mengingat kejadian itu di sungai, pungkas Kapolsek. (w1n24)

