Beranda Ogan Ilir Oknum Kades Tanjung Agas Bersikap Arogan Pada Insan Pers, LSM GAGAK SUMSEL...

Oknum Kades Tanjung Agas Bersikap Arogan Pada Insan Pers, LSM GAGAK SUMSEL : Bawa Keranah Hukum

394
0

SumselNews.co.id Ogan Ilir | Oknum Kades di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, tepatnya desa Tanjung Agas diduga bersikap arogans terhadap wartawan wideazone yang hendak konfirmasi terkait proyek Pamsimas.

Kejadian bermula, saat wartawan wideazone tersebut datang bersama rekan media koransinarpagi menemui Kades Tanjung Agas Nuhan Zawawi di kediamannya guna menanyakan perihal bangunan Pamsimas di desanya ini tak terlihat papan proyek (informasi) seperti di desa lainnya.

“Pak Kades, kenapa bangunan pansimas di sini tak ada papan proyeknya seperti yang saya lihat di desa lain. Apa memang begitu peraturannya” ujar Rosita Dewi.

Menurut Rosita Dewi, sejak awal kedatangannya bersama Heri rekan sesama media sekaligus suaminya tersebut disambut dengan sinis oleh Kades Nuhan. Belum sempat bertanya lebih jauh, sang Kades langsung marah hingga mengeluarkan kata-kata pedas dan kasar bernada tinggi.

“Sering nian kamu ini datang ke sini dan ngawasi bangunan pamsimas itu. Kalau kamu mau tahu, tanya langsung saja dengan Fidel, dia tahu semuanya. Padahal kita sering ketemu di kantor Camat dan sudah baik lama, minta saja uang, tak perlu mencari- cari kesalahan. Kalau bukan wanita sudah lain cara saya”, kata Nurhan dengan nada tinggi sembari masuk ke dalam rumah.

Masih kata Rosita, setelah itu dirinya pergi meninggalkan rumah Kades. Saat ia ingin meninjau bangunan Pamsimas dan memeriksa papan nama proyek yang menurut Nuhan ada tapi tak nampak. Seketika itu saya sempat mendapat ancaman dari sang Kades tersebut.

“Saya diancam, awas saja kalau ini sampai diberitakan, kamu harus tanggung jawab”, kata Kades sembari menunjukkan jari tangannya ke arah wartawan wideazone.

Merasa tak senang atas ulah oknum Kades Tanjung Agas yang diduga telah meremehkan dirinya sebagai wanita dan dinilai menghalangi-halangi tugasnya sebagai wartawan membuat Rosita Dewi angkat bicara terkait tuduhannya bahwa kedatangannya bersama Heri tidak lain untuk meminta uang.

“Saya merasa tidak senang atas perlakuan dan ucapan yang dilontarkan oleh Kades Nuhan yang menyebut kami ini datang hanya untuk minta uang. Sebagai wartawan wanita saya merasa direndahkan dan saya tidak terima”, bebernya.

Terpisah, sementara Fidel yang juga wartawan ini saat dikonfirmasi di rumahnya terkait pernyataan Nuhan yang mengatakan bahwa tanyakan saja pada Fidel, dia tahu semuanya tentang Pamsimas di desanya. Fidel membantah apa yang dikatakan sang Kades.

“Ya, memang benar saya pernah ke desa itu tapi kedatangannya untuk menawarkan iklan dan publikasi. Saya tidak tahu masalah Pamsimasnya dan bingung mengapa Kades berkata begitu”, terang Fidel di rumahnya, Senin (9/8) sore.

Mendapati rekannya diperlakukan seperti itu sontak saja Fidel langsung mengkonfirmasi Kades Tanjung Agas via telepon selulernya. Melalui sambungan teleponnya, Nuhan mengaku bahwa dirinya merasa kesal lantaran mereka yang datang tuk kedua kalinya ini terus menanyakan hal tersebut berulang-ulang dan saat konfirmasi namun seperti mengintrogasi.

“Jadi, si Rosita itu datang dengan Heri suaminya dan langsung nanya papan proyek. Dulu ada tapi tak tahu sekarang masih ada atau sudah dibuang warga. Tanya saja dengan Fidel, dia tahu. Mereka itu datang seperti orang yang mau memeriksa, bukan KPK kamu tuh. Wartawan baru macam kamu nih, belajarlah dulu”, ujarnya seraya menyindir.

Heri, rekan seprofesi sekaligus suaminya membenarkan kejadian tersebut. Sebagai wartawan senior, Heri sangat menyayangkan sikap arogan dan tutur kata yang tak pantas disertai pengancaman yang dilakukan oleh oknum Kades Tanjung Agas kepada wartawan muda dan seorang wanita. Diakui Heri, memang mereka datang 2 kali. Saat pagi Kades tersebut tidak ada di tempat. Dan kali kedua, sore hari kami datang lagi ke rumahnya, beliau ada dan terjadilah peristiwa tersebut.

“Ketika di rumah, istri saya (Rosita) sampai menangis tersedu-sedu teringat perkataan dan ancaman sang Kades tersebut. Seharusnya sebagai Kades, Nurhan tidak bersikap demikian, kalaupun tak bersedia dikonfirmasi, beliau bisa menolak dengan cara baik, tidak dengan kasar apalagi terhadap wanita”, katanya.

Ditempat terpisah saat diminta pendapat tentang kronologi sikap arogansi seorang oknum Kades, Ketua DPW LSM GAGAK SUMSEL dan Juga Wartawan aktif dari tahun 1999, Suharmawinata SH mengatakan, sangat menyayangkan tindakan oknum Kepala Desa yang sudah bertindak arogan kepada insan pers yang sedang bertugas, ini jelas sudah melanggar UU Pers No 40 tahun 1999, Pasal 18 ayat 1 (satu), yang tertulis Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

“Saya siap mendukung dan mendampingi jika hal ini dibawa keranah hukum, jangan sampai kejadian ini terulang dan menimpa rekan wartawan lain. Ungkap Suharmawinata yang tekenal dengan motto “kalau bersih jangan risih” dan “bina, tidak bisa, binasakan”. (w1n24/Ril)

Tanggal Update on 10 Agustus 2021 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here