Sumsel  

Haji Sutar Bandar Narkoba Asal OKI, Viral karena Rumahnya Megah Kini Disita BNN

Rumah Mewah Haji Sutar Disita BNN, Terbukti Bandar Narkoba Asal OKI Sumsel

OKI, Sumselnews.co.id – Sosok Haji Sutar, yang sebelumnya dikenal sebagai crazy rich dari Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kini mendadak jadi sorotan nasional. Setelah rumah megahnya yang mirip istana viral di media sosial, Haji Sutar justru terungkap sebagai bandar narkoba kelas kakap yang telah lama diburu aparat.

Yang mengejutkan, banyak warga sekitar mengaku sudah lama tahu aktivitas haram Haji Sutar, namun memilih diam karena alasan takut. Fakta ini terungkap setelah video penggerebekan rumah Haji Sutar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) beredar luas di media sosial, lengkap dengan pemandangan rumah mewah bak kastil Eropa yang selama ini dijadikan lokasi foto prewedding warga.

Rumah Megah Viral Sejak 2023, Tapi Aktivitas Narkoba Sudah Dicurigai

Rumah mewah Haji Sutar telah menjadi viral sejak pertengahan 2023 karena arsitekturnya yang mencolok dan ukuran yang jauh di atas standar rumah warga sekitar. Tak sedikit warga yang dengan bangga berfoto di depannya, bahkan untuk acara spesial seperti lamaran dan prewedding.

Namun, di kolom komentar unggahan tersebut, sudah banyak warganet yang menyebut rumah itu sebagai milik “bd” alias bandar. Komentar ini sempat diabaikan sampai akhirnya pada Juli 2025 semuanya terbukti ketika BNN menggerebek rumah tersebut dan menangkap Haji Sutar bersama keluarganya.

Warga OKI: “Kami Sudah Tahu, Tapi Takut Bicara”

Sebuah akun TikTok @budakonta mengungkap bahwa masyarakat sekitar sebenarnya sudah lama mengetahui profesi gelap Haji Sutar, namun memilih untuk pura-pura tidak tahu. “Yang ketangkap gitu biasanya telat setoran,” ungkap pemilik akun tersebut secara blak-blakan.

Pengakuan ini menguatkan bahwa Haji Sutar bukan bandar biasa. Ia punya pengaruh kuat di lingkungan sekitarnya, bahkan disegani dan dihormati oleh banyak warga karena sifat dermawan dan tidak sombong. Banyak warga yang membela Haji Sutar di media sosial, bahkan setelah rumahnya digeledah.

Baca Juga  Pembangunan Tower 20 KV ke Wahyuni Mandira Terpaksa Tertunda

Sosok yang Disegani Meski Salah Jalur

Menurut akun @laraaayaa0, Haji Sutar dikenal sangat ramah kepada warga. Ia tidak pernah melarang siapa pun untuk berfoto di depan rumahnya. “Orangnya baik, ramah. Sekali foto TikTok-ku FYP dikira aku yang punya rumah,” kata salah satu pengguna TikTok.

Tidak sedikit netizen yang menyatakan simpatinya, menyebut bahwa meski pekerjaan Haji Sutar salah, sikapnya terhadap masyarakat sangat positif. Banyak yang bahkan membandingkan dia dengan koruptor, menyatakan bahwa setidaknya dia tidak mengambil uang rakyat.

BNN Sita Aset Mewah, Warga Pertanyakan

Meski sebagian besar masyarakat menyambut baik penggerebekan ini sebagai bentuk penegakan hukum, ada perdebatan di kalangan netizen mengenai penyitaan aset. Banyak yang merasa rumah mewah tersebut seharusnya tidak disita karena bukan hasil korupsi uang negara.

Namun, menurut UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), aset hasil kejahatan narkotika tetap dapat disita negara, tanpa memandang status hubungan sosial pelakunya dengan warga sekitar.

Dari Simbol Kebanggaan Jadi Bukti Kejahatan

Rumah yang dahulu menjadi ikon kebanggaan lokal karena kemegahannya, kini berubah menjadi simbol ironi dari gaya hidup yang dibangun di atas penderitaan orang lain. Kasus Haji Sutar menjadi pengingat bahwa kemewahan tidak selalu datang dari kerja keras yang bersih.

Kini, warga sekitar hanya bisa menyaksikan dari balik pagar, sementara BNN dan aparat melakukan penyitaan dan pendalaman kasus untuk mengungkap jaringan narkoba yang lebih luas.