Sumselnews.co.id – Ogan Ilir | Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, terus menunjukkan geliat kemajuan yang signifikan sebagai Desa wisata berbasis kearifan lokal dan inovasi. Berbagai terobosan yang dilakukan masyarakat bersama pemerintah Desa kini mulai membuahkan hasil, baik dari sektor pariwisata, pertanian, hingga penguatan ekonomi Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Rabu.(6/5/2026)
Dalam beberapa tahun terakhir, Desa Burai semakin dikenal sebagai destinasi ekowisata unggulan di Sumatera Selatan. Keunikan kampung warna-warni yang berada di tepian sungai, dipadukan dengan rumah limas khas yang difungsikan sebagai homestay, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, Tak hanya itu, wisata susur sungai serta keberadaan warung apung turut memperkaya pengalaman pengunjung.
Prestasi pun berhasil diraih. Pada tahun 2025, Desa Burai mencatatkan pencapaian membanggakan di tingkat provinsi dengan meraih juara pertama kategori homestay dan juara kedua kategori suvenir dalam ajang Anugerah Pesona Desa Wisata Sumatera Selatan. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pengembangan Desa wisata yang dilakukan secara gotong royong mampu bersaing dan diakui secara luas.
Tidak berhenti di sektor pariwisata, Desa Burai juga mulai mengembangkan inovasi di bidang pertanian. Bekerja sama dengan akademisi, masyarakat mengembangkan budidaya sayuran terapung sebagai solusi atas kondisi geografis Desa yang didominasi rawa dan perairan, Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga, Selain itu, kekuatan Desa Burai juga terletak pada kearifan lokal dan ekonomi kreatif.
Produk kerajinan berbahan purun seperti tas, tikar, dan keranjang, serta kain songket khas Burai, terus diproduksi dan dipasarkan sebagai suvenir unggulan.
Kuliner tradisional seperti pindang dan kemplang juga menjadi bagian penting dalam menarik minat wisatawan.
Sementara itu, penguatan kelembagaan Desa turut menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan, BUMDes yang telah dibentuk sejak beberapa tahun lalu kini mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satu unit usaha yang tengah berkembang adalah peternakan sapi Bali. Program ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul adha.
Kepala Desa Burai Erik Asrillah AM.Kep menyampaikan bahwa peternakan sapi Bali yang dikelola BUMDes kini mulai menghasilkan dan diminati masyarakat sebagai hewan kurban. Selain meningkatkan pendapatan Desa, program ini juga membuka lapangan usaha baru bagi warga serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
“Alhamdulillah, BUMDes kita sudah mulai menuai hasil. Sapi Bali yang kita kembangkan sudah layak dijadikan hewan kurban, dan ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dengan luas wilayah yang cukup besar dan potensi alam yang melimpah, Desa Burai terus berbenah menjadi Desa mandiri dan berdaya saing. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah Desa, serta dukungan berbagai pihak menjadi kunci utama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Ke depan, Desa Burai diharapkan mampu menjadi role model bagi Desa-Desa lain di Kematan Tanjung Batu khususnya dan di Ogan Ilir Umumnya, khususnya dalam mengoptimalkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang nyata.
Transformasi yang terjadi saat ini menjadi bukti bahwa dengan inovasi, kerja sama, dan semangat gotong royong, Desa mampu berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah.(12)

