Sumselnews.co.id Muara Enim | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan proyek strategis nasional sektor energi berupa pengembangan Gas Metana Batu Bara (Coal Bed Methane/CBM) yang digagas PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
Proyek tersebut meliputi pembangunan Stasiun Induk (Mother Station) Tanjung Enim dan titik injeksi (Injection Point) di Stasiun Kompresor Gas Pagardewa, Kecamatan Lubai Ulu, sebagai bagian dari sistem transmisi gas nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muara Enim, Ir. Yulius, M.Si., saat mendampingi kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurrachman ke Tambang Gas Alam (CNG Plant) Pagardewa milik PT Pertamina Gas Negara Kantor Regional Pagardewa, Desa Pagardewa, Kecamatan Lubai Ulu, Jumat (3/7).
Dalam kesempatan itu, Sekda menegaskan Pemkab Muara Enim siap mendukung seluruh tahapan pembangunan proyek, termasuk penyesuaian dokumen tata ruang daerah. Pemerintah daerah akan memasukkan kawasan pengembangan proyek tersebut ke dalam revisi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Muara Enim yang dijadwalkan pada awal 2027.
Selain itu, Pemkab Muara Enim bersama PGN juga akan mengajukan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) untuk kegiatan CNG Plant kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Yulius yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Muara Enim menilai proyek senilai 15,4 miliar dolar Amerika Serikat tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung program dekarbonisasi nasional sekaligus pencapaian target Net Zero Emission Indonesia.
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan RI, Prof. Dr. Dudung Abdurrachman, menjelaskan bahwa Kabupaten Muara Enim dipilih sebagai lokasi pengembangan proyek CBM karena memiliki potensi cadangan gas alam yang sangat besar, yakni sekitar 9,7 triliun kaki kubik.
Menurut Dudung, Muara Enim juga memiliki posisi strategis sebagai hub jaringan gas nasional yang akan memperkuat ketahanan pasokan energi, khususnya bagi wilayah Sumatera dan Jawa. Ketersediaan sumber daya batu bara di daerah tersebut menjadi bahan baku utama dalam produksi gas metana.
Ia menambahkan, pengembangan CBM ini nantinya akan menghasilkan biometana, bahan bakar beremisi rendah yang lebih ramah lingkungan. Kehadiran proyek tersebut diyakini semakin memperkuat posisi Kabupaten Muara Enim, tidak hanya sebagai daerah penghasil energi, tetapi juga sebagai salah satu pusat infrastruktur energi nasional yang menopang transisi menuju energi bersih di Indonesia. (Alhamd)






