PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyerahkan Bantuan Gubernur Bersifat Khusus (Bangubsus) untuk pembangunan Duplikat Jembatan Tanah Kering dan peningkatan Jalan Poros Pulau Rimau–Selat Penuguan di Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin.
Jembatan ini sebelumnya mengalami kerusakan parah sehingga mengganggu mobilitas warga yang mengandalkan jalur tersebut sebagai penghubung tiga kecamatan dan 29 desa dengan panjang jalur sekitar 38 kilometer.
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik pemerintah daerah kepada masyarakat.
“Awalnya jembatan ini menjadi bahan perbincangan, baik di dunia nyata maupun maya. Sebagai kepala daerah yang dipilih rakyat, kami wajib menjawab aspirasi itu melalui tindakan nyata,” ujar Gubernur Herman Deru.
Ia menambahkan, meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, Pemprov Sumsel tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan ASN sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
“Tidak mungkin ekonomi tumbuh jika infrastruktur rusak. Ketika jalan dan jembatan tidak layak, biaya produksi meningkat dan bisa memicu inflasi. Karena itu, pembangunan harus terus kita lakukan agar hasil pertanian dan komoditas rakyat dapat terdistribusi dengan lancar,” tegasnya.
Pembangunan Duplikat Jembatan Tanah Kering akan dibiayai melalui Bangubsus Provinsi Sumsel dengan total nilai mencapai Rp84 miliar lebih, di mana tahap awal sebesar Rp25 miliar difokuskan untuk pembangunan jembatan.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, yang menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan daerah.
“Dana ini berasal dari rakyat juga, dari pajak yang kita bayar. Dari empat juta wajib pajak kendaraan bermotor di Sumsel, baru sekitar satu juta yang aktif membayar. Mari kita tingkatkan kesadaran ini demi kemajuan bersama,” imbaunya.
Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama, meski tengah dilakukan efisiensi anggaran.
“Biarpun kita melakukan efisiensi, kerja-kerja prioritas seperti infrastruktur tidak boleh dikurangi. Ini komitmen kami untuk terus menata warisan pembangunan di daerah, khususnya di kawasan eks transmigrasi yang jumlah jalannya mencapai lebih dari 4.000 kilometer di Sumsel, dan terbanyak di Banyuasin,” pungkasnya.
Bupati Banyuasin, H. Askolani, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumsel terhadap percepatan pembangunan di wilayahnya.
“Hari ini adalah hari bersejarah bagi masyarakat kami. Jembatan Tanah Kering yang selama ini viral dan menjadi harapan masyarakat akhirnya akan dibangun baru dengan dukungan penuh dari Gubernur. Nilai proyeknya mencapai Rp84 miliar, dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh warga di 29 desa,” ujar Bupati Askolani.
Perwakilan masyarakat Pulau Rimau, Ishak Supardi, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas realisasi pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan warga.
“Jembatan ini terakhir dibangun tahun 1991. Sudah lama sekali, dan wajar bila masyarakat mengeluh. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur dan Pak Bupati yang telah menanggapi aspirasi kami. Ini urat nadi perekonomian Pulau Rimau dan Selat Penuguan,” ucapnya penuh haru.
Ishak juga berharap agar pembangunan infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi primer dan sekunder di desanya dapat segera direalisasikan guna mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah tersebut setiap musim hujan.

