PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) memastikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Palembang New Port atau Pelabuhan Tanjung Carat akan segera memasuki tahap groundbreaking pada awal tahun 2026.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah memberikan tanggung jawab penuh kepada Pemprov Sumsel untuk mencari mitra pendanaan dalam merealisasikan proyek tersebut.
“Di awal tahun kita akan groundbreaking Pelabuhan Tanjung Carat, setelah mendapat tanda tangan persetujuan kerja sama dari Menteri Perhubungan,” ujar Herman Deru, Rabu (22/10/2025).
Deru menjelaskan, Kementerian Perhubungan saat ini tengah menyiapkan regulasi terkait skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Melalui skema tersebut, Pemprov akan berperan aktif mencari mitra pendanaan guna mempercepat pembangunan pelabuhan.
“Ini PSN yang ditugaskan kepada Pemprov untuk mencari mitra pendanaan. Kita akan menjadikan ini sebagai usaha besar yang tentu tidak bisa melepaskan Pelindo sebagai operator pelabuhan,” tambahnya.
Kebutuhan akan kehadiran Pelabuhan Tanjung Carat muncul karena selama ini banyak komoditas unggulan Sumsel diekspor melalui pelabuhan provinsi lain, sehingga kerap diklaim sebagai produk daerah tersebut.
“Jangan heran, kopi kita saja sering diklaim mereknya dari provinsi lain,” keluh Deru.
Pemprov Sumsel memang telah bekerja sama dengan badan karantina agar data ekspor tetap tercatat sebagai produk Sumsel, namun solusi jangka panjangnya tetap pembangunan pelabuhan sendiri.
Deru menegaskan, pelabuhan baru ini sangat penting untuk mendukung rantai produksi dan ekspor komoditas kopi yang menjadi kebanggaan Sumsel.
“Luas lahan kopi di Sumsel mencapai 280 ribu hektare. Kita bukan hanya nomor tiga di Indonesia, tapi nomor tiga dunia dalam hal kuantitas,” ujarnya.
Ia berharap, keberadaan Pelabuhan Tanjung Carat nantinya dapat memperkuat posisi Sumsel sebagai pusat produksi kopi berkualitas, termasuk jenis arabika, robusta, dan liberika.
Deru menambahkan, tanpa adanya pelabuhan sendiri, generasi muda Sumsel akan terus kehilangan kesadaran bahwa daerah mereka menyimpan potensi besar di sektor kopi dan komoditas unggulan lainnya.

