Halmahera Timur, Maluku Utara – Publik digemparkan dengan video pernikahan seorang pria berinisial AH alias Hanafi yang tampak tersenyum lebar di pelaminan, padahal baru saja membunuh rekan kerjanya, seorang pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) bernama KLP alias Tiwi.
Video kebahagiaan Hanafi bersama sang istri AFM di pernikahan yang digelar pada 27 Juli 2025 di Ternate itu viral di media sosial. Rekan kerja korban pun murka melihat kelakuan Hanafi yang santai dan bahagia, seolah tak berdosa setelah melakukan pembunuhan sadis.
Jasad Tiwi ditemukan pada 31 Juli 2025 di rumah dinasnya di Halmahera Timur. Awalnya, kematian korban diduga karena bunuh diri. Namun, penyelidikan polisi menemukan banyak kejanggalan yang mengarah pada dugaan pembunuhan.
Setelah melakukan penyelidikan mendalam, pihak kepolisian akhirnya menetapkan Hanafi sebagai tersangka. Pelaku sempat melarikan diri, namun berhasil ditangkap.
Kapolsek Maba Selatan, Ipda Habim Ramatya, mengungkap bahwa motif pembunuhan adalah utang akibat judi online. Hanafi diketahui meminjam Rp30 juta kepada korban, namun ditolak.
Pada 17 Juli 2025, Hanafi menyelinap masuk ke rumah dinas korban menggunakan kunci duplikat, lalu bersembunyi di kamar tunangannya yang berada di sebelah kamar korban.
Pada 19 Juli 2025 sekitar pukul 05.20 WIT, Hanafi mengikat tangan korban, menyekap, dan melecehkannya secara paksa. Ia kemudian memaksa korban membuka ponselnya untuk mengakses rekening dan aplikasi keuangan.
Dari rekening korban, Hanafi mengirimkan Rp38 juta ke rekening pribadinya, serta mengambil Rp89 juta melalui aplikasi pinjaman online atas nama korban.
Setelah itu, pelaku membekap mulut korban dengan bantal hingga tewas, lalu meninggalkan jasadnya di kamar.
Ironisnya, hanya delapan hari setelah membunuh korban, Hanafi melangsungkan pernikahan dengan AFM di Ternate. Dalam video yang diunggah rekan korban, Hanafi terlihat tertawa lebar di pelaminan.
Rekan korban, Faris Gusar, mengungkap rasa marahnya di media sosial. Ia menyebut Hanafi sebagai “psikopat” karena mampu bersikap santai dan bahkan hadir saat jasad korban dibawa ke rumah sakit tanpa menunjukkan rasa bersalah.
Untuk menutupi aksinya, Hanafi menggunakan ponsel korban untuk membalas pesan WhatsApp dan berpura-pura sebagai Tiwi, bahkan mengajukan cuti kerja dari 21–25 Juli. Ia berharap semua orang mengira korban masih hidup.
Pelaku juga membuang barang bukti: dua ponsel korban dibuang ke Danau Ngade, kepala charger dibuang ke laut, dan kabel charger dibuang di dekat Masjid Almunawar, Ternate.
Faris mengungkap bahwa Hanafi memiliki kebiasaan buruk meminjam uang puluhan juta dari berbagai pihak untuk berjudi online. Hal ini memperkuat dugaan bahwa tindakan pembunuhan dilakukan demi motif ekonomi.
Polisi saat ini menahan Hanafi dan memproses kasusnya sesuai hukum yang berlaku. Publik menuntut hukuman berat bagi pelaku mengingat kejahatan yang dilakukan sangat keji dan penuh perencanaan.

