OKU  

Tiga Tahanan Rutan Baturaja Kabur Melalui Plafon Saat Hujan

BATURAJA | Tiga tahanan di Rutan Kelas IIB Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, dilaporkan berhasil melarikan diri dengan membobol plafon kamar tahanan pada Minggu malam, 29 Desember 2024, sekitar pukul 21.00 WIB. Tiga tahanan yang berhasil kabur adalah Rudi Hartono, Edi Susanto, dan Wiwin Suhendra.

Kepala Rutan Baturaja, Abdul Hamid, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. “Saat kejadian, malam itu sedang hujan. Di dalam kamar tahanan terdapat sembilan orang, dan empat di antaranya merencanakan pelarian dengan membobol plafon dan keluar melalui atap asbes,” ungkap Abdul kepada detikSumbagsel pada Sabtu, 4 Januari 2025.

Dari empat tahanan yang terlibat dalam rencana kabur, satu orang berhasil ditangkap oleh petugas saat masih berada di lingkungan Rutan. “Petugas yang berjaga malam itu berjumlah tujuh orang. Pos menara diisi dua orang, sementara sisanya berjaga di pos masing-masing,” tambahnya.

Abdul menjelaskan bahwa semua petugas yang berjaga malam itu telah diperiksa. “Dari pengakuan petugas, mereka sigap dan menjalankan prosedur dengan baik. Begitu mengetahui adanya tahanan yang kabur, semua petugas langsung bergerak dan berhasil mengamankan satu tahanan di lingkungan Rutan, meskipun sudah berada di bawah,” jelasnya.

Namun, situasi menjadi lebih rumit ketika petugas terkecoh oleh pernyataan dari tahanan yang tertangkap

“Tahanan yang ditangkap mengatakan bahwa tiga rekannya masih berada di atas plafon. Mendengar pernyataan itu, semua petugas langsung naik ke plafon. Sayangnya, tiga tahanan itu sudah kabur,” kata Abdul.

Ia menambahkan, “Seandainya petugas tidak naik ke atas plafon dan mencari di seputaran lapas, mungkin tiga tahanan lainnya bisa ditangkap.”

Kejadian ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh petugas Rutan dalam menjaga keamanan dan mencegah pelarian tahanan, terutama dalam situasi yang tidak terduga seperti hujan. Abdul menegaskan pentingnya evaluasi dan peningkatan prosedur keamanan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Baca Juga  Ini Pengakuan Warga, Bukan Mengada Ngada, Batuan Sumur Bor di Desa Penyandingan Murni Bantuan Dari BERTAJI