Selebgram Palembang Alnaura Tersangka Penipuan Investasi Bodong, Protes Keluarga Ikut Terseret

SUMSELNEWS.CO.ID PALEMBANG | Selebgram asal Palembang, Alnaura, kini berhadapan dengan jeratan hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan investasi bodong. Penetapan status tersangka ini disampaikan oleh pihak kepolisian, memicu protes keras dari Alnaura yang merasa tidak terima karena suami dan anaknya turut diseret dalam pusaran kasus ini.

Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan, AKBP Sigit Haryadi, mengonfirmasi bahwa Alnaura telah resmi menjadi tersangka dalam kasus penipuan investasi. Proses penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Sumsel kini berfokus pada laporan pengaduan dari korban lain yang berbeda dari kasus awal yang sempat viral sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa kasus yang melibatkan Alnaura memiliki dimensi yang lebih luas dan kompleks.

Sebelumnya, pada bulan Maret lalu, kasus ini mulai mencuat ke publik setelah puluhan korban melaporkan dugaan penipuan investasi bodong ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel. Saat itu, ada sekitar 10 korban yang mengajukan laporan, dengan total kerugian mencapai Rp 2,2 miliar. Modus operandi penipuan ini diduga menawarkan investasi dengan janji keuntungan yang menggiurkan, berkisar antara 20 hingga 30 persen dalam jangka waktu hanya satu minggu. Iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat ini lah yang menarik banyak pihak untuk menanamkan modalnya.

Alnaura, yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi dalam serangkaian pemeriksaan, kini harus menghadapi kenyataan sebagai tersangka. Dalam keterangaya, Alnaura menyuarakan keberataya atas status ini. Ia menampik tuduhan sebagai pelaku penipuan dan justru mengaku sebagai korban dalam skema investasi tersebut. Alnaura bahkan mengklaim bahwa ia juga mengalami kerugian finansial hingga Rp 150 juta dari investasi yang ia ikuti, sama seperti para korban laiya.

Baca Juga  Pemkot Palembang Tak Berdaya Tutup Pasar Cheng Ho ?

Lebih lanjut, Alnaura mengungkapkan kekecewaaya karena proses hukum ini berdampak pada keluarganya. Ia merasa suami dan anaknya ikut menjadi sasaran dan diseret-seret dalam kasus yang menurutnya tidak melibatkan mereka secara langsung. “Saya tidak terima suami dan anak saya ikut diseret-seret. Kami juga korban. Saya ingin keadilan,” ujar Alnaura, menunjukkan rasa frustrasinya atas situasi yang dihadapinya saat ini.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penetapan tersangka didasarkan pada bukti-bukti kuat yang ditemukan selama proses penyidikan. Meskipun Alnaura membantah dan merasa menjadi korban, kepolisian akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap fakta sebenarnya dan memastikan keadilan bagi para pihak yang dirugikan. Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat status Alnaura sebagai selebgram yang memiliki banyak pengikut, dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai praktik investasi bodong yang marak terjadi.

Penyelidikan masih terus bergulir. Polda Sumsel berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini hingga tuntas, termasuk menelusuri aliran dana dan pihak-pihak lain yang mungkin terlibat dalam jaringan investasi bodong tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal dalam waktu singkat, demi menghindari potensi kerugian finansial di masa mendatang.