PALEMBANG | Suasana meriah dan antusiasme luar biasa sudah terasa di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, bahkan sebelum Festival Panjat Pinang 80 Pohon Sumatera Ekspres 2025 resmi dibuka. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Sumatera Selatan telah memadati area venue Voli Pantai JSC, siap menyaksikan dan ikut serta dalam perayaan akbar menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini.
Event spektakuler yang digagas oleh Sumatera Ekspres Grup (SEG) ini akan dibuka secara langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, SH, MM, pada Minggu sore pukul 15.00 WIB. Namun, sejak H-3, keramaian sudah tak terbendung, dengan pengunjung yang berbondong-bondong datang untuk melihat persiapan arena, berswafoto, dan menikmati berbagai hiburan pendukung yang telah disiapkan.
Gubernur Herman Deru dalam pernyataaya menekankan filosofi di balik tradisi panjat pinang. “Panjat pinang bukan hanya tentang hadiah yang diperebutkan, tetapi lebih kepada semangat perjuangan dan kebersamaan untuk mencapai puncak. Ini cerminan bagaimana para pendahulu kita berjuang gigih demi kemerdekaan,” ujar Herman Deru.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan turut merasakan pengalaman memanjat batang pinang yang licin. “Di sana ada kerja sama tim, tawa riang, tantangan yang menguji, serta kebanggaan luar biasa saat berhasil. Ini adalah potret perjalanan menuju kesuksesan bersama,” tambahnya, menggambarkan esensi gotong royong.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Festival Panjat Pinang edisi 2025 ini digelar lebih megah dan lebih lama, yakni selama tiga hari penuh, mulai 22 hingga 24 Agustus 2025. Selain lomba panjat pinang sebagai daya tarik utama, berbagai lomba pendukung juga turut menyemarakkan suasana. Ada Lomba Mewarnai untuk PAUD/TK oleh Harian Palembang Ekspres, Lomba Layang-Layang oleh Radar Palembang, Lomba Karaoke Dangdut & Lagu Palembang oleh Sumeks.co, Mini Soccer oleh Palembang TV (PalTV), serta Lomba Joget TikTok oleh Harian Palembang Pos.
Puncak kemeriahan tentu saja ada pada Lomba Panjat Pinang, yang menampilkan 80 pohon pinang khusus untuk tim peserta umum, ditambah dua pohon pinang khusus untuk tim ibu-ibu. Setiap pohon pinang dihiasi dengan 25 item hadiah, termasuk hadiah utama berupa sepeda. Total, lebih dari 2.000 item hadiah siap diperebutkan oleh para pemanjat.
Dampak ekonomi dari festival ini juga tak kalah signifikan. Lebih dari 60 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal turut dilibatkan, membuka lapak dagangan mereka dan mendapatkan kesempatan emas untuk meningkatkan pendapatan. General Manager Sumatera Ekspres, H. Iwan Irawan, menyatakan harapaya agar event ini benar-benar mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Sumatera Selatan secara luas.
Ke depaya, Pemerintah Provinsi Sumsel, melalui Plt Kadisbudpar Provinsi Sumsel, Pandji Tjahjanto SHut MSi, bertekad untuk membawa Festival Panjat Pinang ini menuju Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. “Festival ini telah memenuhi syarat utama: memiliki dampak ekonomi dan sosial budaya, tidak disponsori produk rokok atau alkohol, dan telah berlangsung minimal tiga tahun,” jelas Pandji. Jika berhasil masuk KEN, event ini akan diakui sebagai agenda wisata nasional oleh Kemenparekraf, yang diprediksi akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Palembang dan Sumatera Selatan.
Festival Panjat Pinang 2025 ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan kuat dari Pemerintah Provinsi Sumsel, Pemerintah Kota Palembang, berbagai BUMN/BUMD, perbankan, swasta, hingga komunitas masyarakat. Semua pihak bersatu padu melestarikan tradisi sekaligus memajukan pariwisata daerah. Herman Deru menutup dengan menegaskan, “Melalui event seperti ini, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat persatuan, gotong royong, dan menumbuhkan ekonomi masyarakat.”
“`






