SumselNews.co.id Muara Enim | Proyek pembangunan jalan cor beton di Desa Jiwa Baru, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, dengan anggaran Rp1.956.984.000,00, menjadi sorotan masyarakat karena diduga memiliki kualitas buruk dan tidak sesuai spesifikasi.
Menurut warga setempat, pengerjaan jalan cor tersebut diduga asal jadi, tidak memenuhi standar.
“Melihat dari kasat mata, pengerjaan jalan cor tersebut terkesan asal jadi, dan kualitasnya diragukan, ungkap warga setempat yang enggan di tulis namanya pada Rabu (08/01/2025).
Lanjutnya, meskipun jalan tersebut jauh dari Kota, mestinya dikerjakan sesuai dengan standar.
“Para pekerja juga dari awal tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD),”tambahnya.
Soleh salah satu pekerja saat di soal mengenai APD, mengaku bahwa pihak pemborong tidak menyediakan APD.
“Kami cuma kerja pak.., soal APD dari awal memang tidak di sediakan oleh pemborong,”kata Soleh.
Disisi lain, Peri salah satu pengawas Proyek saat di wawancarai di lokasi pekerjaan proyek seolah tidak memperdulikan awak media dan terkesan meremehkan tugas jurnalistik.
“Saya nggak tau apa – apa pak, saya hanya pesuruh di lapangan, dan apa yang di perintahkan oleh bos saya nurut saja,”akunya.

Sementara itu, Deputi Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K-MAKI) Sumsel, Ir Feri Kurniawan mengatakan, dilihat dari visual pelaksanaan pekerjaan maka patut diduga pelaksanaan tidak mentaati syarat dalam RKS.
Menurutnya, Sebelum cor beton perkerasan harusnya di cor beton lapis landas dengan beton lunak atau learn concrete untuk leveling agar tidak terjadi perbedaan elevasi.
“Kemudian lapis perkerasan base berupa agregat terkesan tidak dipadatkan dan ketebalannya sangat variatif atau tidak dilakukan leveling motor grader,”jelas Feri, Kamis (09/01/2025)

Dan yang terakhir beton lapis perkerasan diduga di mixing di atas mobil karena tidak terlihat adanya concrete mixing plant di lokasi pekerjaan sehingga mutu beton sangat variatif yang diduga tidak memenuhi syarat RKS,”tegasnya.
Melihat kondisi tersebut pihaknya mendesak Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim untuk segera turun kelapangan untuk mengecek pengerjaan tersebut.
“Dinas terkait harus turun kelapangan untuk melihat kondisi pengerjaan,”tandasnya.(Red).

