Pemkot Palembang Serukan Pengaktifan Kembali Jam Nol untuk Tingkatkan Karakter Spiritual Siswa

Oplus_131072

PALEMBANG | Peristiwa pelecehan seksual yang menimpa AA (14), siswi salah satu sekolah swasta di Palembang, mendapat perhatian khusus dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, H Adrianus Amri, S.STP, M.Si. Pelaku dalam kasus ini masih berstatus pelajar, dan kejadian tersebut mendorong Amri untuk mengeluarkan seruan penting yang ditujukan kepada seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Palembang.

Amri menyatakan bahwa salah satu langkah yang diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang adalah mengaktifkan kembali Jam Nol di sekolah-sekolah. Jam Nol adalah kegiatan yang dimulai pada pukul 06.45 WIB, atau 15 menit sebelum pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Dalam jam tersebut, siswa diimbau untuk membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Menurut Amri, tujuan dari program ini adalah untuk membina karakter spiritual siswa melalui kegiatan pembiasaan yang baik. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat dan keterampilan siswa dalam membaca serta menghafal Al-Qur’an. Dalam pernyataannya pada Jumat (6/9/2024), melalui sambungan seluler, mantan Kabag Protokol Setda Kota Palembang ini menekankan pentingnya kegiatan tersebut untuk mendukung perkembangan moral dan spiritual peserta didik.

“Program ini sangat penting dalam membina karakter spiritual peserta didik. Selain itu, kami berharap kegiatan ini dapat mengurangi kebiasaan buruk siswa serta membentengi mereka dari pengaruh negatif, baik dari dalam diri mereka sendiri maupun dari lingkungan luar,” jelas Amri.

Selain pengaktifan kembali Jam Nol, Amri juga mengimbau sekolah-sekolah untuk Lebih mengaktifkan kegiatan ekstrakurikulee. Ia menilai bahwa dengan adanya berbagai kegiatan positif di sekolah, siswa akan lebih terfokus dan terhindar dari perilaku negatif, seperti judi online atau pengaruh buruk lainnya yang sering terjadi di luar jam sekolah.

“Ekstrakurikuler yang aktif akan mengurangi peluang siswa untuk terlibat dalam kegiatan negatif di luar sekolah. Dengan demikian, kami berharap insiden yang terjadi kemarin tidak akan terulang kembali,” tegasnya.

Komitmen Dinas Pendidikan Kota Palembang

Langkah-langkah yang disarankan oleh Kepala Dinas Pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung perkembangan karakter siswa. Dengan upaya ini, diharapkan kejadian pelecehan seksual atau perilaku menyimpang lainnya dapat diminimalisir, dan siswa dapat tumbuh menjadi individu yang memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat.

Dinas Pendidikan Kota Palembang juga terus berupaya dalam memastikan kegiatan pembinaan karakter di sekolah tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga melibatkan aspek emosional, moral, dan sosial. Kombinasi antara pembelajaran akademik dan kegiatan pembinaan karakter diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan berbudi pekerti luhur.

Kesimpulan

Peristiwa yang dialami oleh AA menjadi pengingat bagi semua pihak, khususnya dunia pendidikan, untuk lebih waspada dan bertanggung jawab dalam melindungi siswa dari segala bentuk ancaman negatif. Pengaktifan kembali Jam Nol dan peningkatan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Palembang diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang lebih baik.

Dengan adanya Jam Nol dan kegiatan ekstrakurikuler  yang aktif, diharapkan siswa dapat terhindar dari berbagai pengaruh buruk, dan mampu membangun karakter spiritual serta moral yang kuat untuk masa depan mereka.