Sumselnews.co.id| Muba- lagi-lagi lokasi tempat penyuliangan minyak di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terbakar, kejadian tersebut terjadi jumat (23/6) sekira pukul 02.00 WIB, lokasi penyulingan minyak tersebut berada di Desa Sukajaya Kecamatan Bayung Lencir.
Diduga tempat tungku minyak yang terbakar tersebut akibat dari sambaran petir yang menyambar salah satu tungku minyak hingga membuat Kobaran api membumbung tinggi.
Adanya kobaran api, warga sekitar yang tidak berjauhan dari lokasi kebakaran tungku minyak langsung melakukan pemadaman dan menghubungi pihak terkait.
Salah satu penduduk sekitar yang pada saat itu tengah tertidur lelap, tiba tiba mendengar suara petir yang menggelegar sekira pukul 01.55 WIB.
Tidak lama suara petir, ia pun mendengar suara teriakan warga. “Kebakaran, lalu melihat keluar, ternyata sumber api berasal dari tungku minyak, dan warga pun berusaha memadamkan,” jelasnya
Kapolres Musi Banyuasin AKBP Siswandi SIK SH MH, saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian itu saat masih dilakukan penyelidikan. “Masih dilakukan penyelidikan,” ungkapnya.
Selain itu Kapolres menuturkan pihaknya tengah gencar melakukan razia di setiap penjuru Polsek dalam wilayah hukum Polres Musi Banyuasin.
“Terutama Soal kendaraan angkutan minyak masakan dilakukan razia,” imbuhnya.
Sementara di tempat terpisah, lokasi tenpat penyulingan minyak juga terjadi kebakaran yang sangat hebat.
kebakaran Penyulingan Minyak Ilegal terjadi di Desa Sereka Kecamatan Babat Toman sekira pukul 17.30 WIB, Jumat (23/6)
Dari beberapa video yang beredar tampak lautan api menyebar hingga menutupi jalan. Asap hitam dan kobaran api terlihat membumbung tinggi hingga puluhan meter.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, diduga peristiwa kebakaran tersebut terjadi di lahan milik warga Sereka inisial S, dan pemilik usaha Penyulingan Minyak tersebut adalah seorang inisial F.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran, dan apakah ada korban jiwa atau tidak.
Camat Kecamatan Babat Toman Heru Karisma saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui seara pasti perihal kebakaran.
“Lagi di crosscek dulu,” jawabnya singkat melalui pesan wa.
Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Desa Sereka Surianto, ia mengaku belum mendapatkan laporan terkait peristiwa kebakaran tempat penyulingan minyak ilegal tersebut, ia tidak menampik kalau daerah Jembatan Koneng yang diduga lokasi kebakaran tersebut masuk wilayah Desa Sereka.
“Belum ada laporan. Tapi kalau daerah Jembatan Koneng masuk Desa Sereka,” katanya.
Hingga berita ini dibuat belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai peristiwa kebakaran tempat penyulingan minyak ilegal tersebut





