Badan Intelijen Negara meminta masyarakat agar memiliki kepekaan untuk bisa mencegah dan mendeteksi dini terhadap tumbuhnya paham-paham radikal, khususnya di ranah media sosial.
Hal itu, diungkapakan Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto seperti dikutip dari Tempo pada diskusi daring pada Selasa, 31 Agustus 2021
Wawan Menyebut, dalam beberapa tahun terakhir, paham penyebaran ideologi radikalisme bahkan hingga perekrutan anggota kelompok teroris, dilakukan lewat media sosial.
Menyikapi hal tersebut, Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Muba Marko Susanto, S.STP., MSi meminta dan menghimbau kepada masyarakat dan para generasi pemuda untuk lebih mencermati, dan lebih mensikapi bahwa isi dalam konten -konten tersebut yang sifatnya untuk mengajak perbuatan melawan ideologi Pancasila. Dan atau malah mereduksi pemahaman tentang Pancasila.
“Alhamdulillah, sejauh ini untuk di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin belum ada laporan atau dietemukan baik di kalangan masyarakat maupun di kalangan pemuda yang terpapar paham radikalisme “ungkap Marko, saat dihubungi, Minggu (12/9).
Dikatakanya, bersama forum yang ada, seperti forum deteksi dini, forum pembauran kemasyarakatan yang ada sampai dengan level Kecamatan, Forum pembaruhan umat, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badan Intelijen Negara (BIN) Serta Badan Intelijen Strategis TNI (Bais) terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap penyebaran paham radikalisme tersebut.
Namun, saat ini, Pihaknya menghawatirkan penyebaran paham radikalisme yang menyasar kalangan para pelajar, sebab saat ini pelajaran seperti PPKN sudah tidak ada lagi diajarkan di Sekolah.Tidak hanya itu, pihak lain seperti anggota DPRD Muba, juga menghawatirkan terkait adanya penyebaran dan perkembangan radikalisme di lingkungan Sekolah.
Pihaknya, sudah menyampaiakan kepada pihak legislatif bahwa kita tidak solusi lain, kesbangpol akan melakukan kordinasi kepada dinas pendidikan kedepan, bahwa kesbangpol akan membuat semacam modul untuk guru-guru.
“Jadi tidak hanya guru PPKN saja yang bisa menyampaikan ke siswa, tetapi semua guru mata pelajaran yang ada di sekolah tersebut bisa menyampaikan materi itu, seperti apa saja sih yang harus kita lakukan dalam kehidupan bermasyarakat tentang penerapan butir-butir Pancasila itu target Kami di tahun 2022,”tukasnya
Sememtara, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Brigjen TNI Armansyah SH, usia menggelar kegiatan vaksinasi bersama Pemkab Muba bagi kalangan masyarakat dan pelajar mengatakan, pihknya bersama pihak Kodim dan forum kominda lainnya serta bersama komunitas intelijen terus berupaya melakukan deteksi dini sehingga bisa mengidentifikasi hakikat ancaman yang mungkin timbul .
” Alhamdulillah sejauh ini belum ada kerja di yang kita ragukan utama dari kelompok-kelompok yang mungkin mengganggu pemerintahan,”singkatnya.

