JAKARTA | Kebakaran hebat melanda Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin, 28 Juli 2025. Kobaran api yang cepat membesar diperkirakan telah menghanguskan sekitar 500 kios yang menjual berbagai macam barang, mulai dari sepatu, tas, perlengkapan audio mobil, hingga aksesori laiya.
Insiden ini menimbulkan kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi, terlihat dari berbagai penjuru ibu kota. Untuk menanggulangi skala api yang sangat besar, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan sedikitnya 34 unit mobil pemadam kebakaran dan 115 personel. Petugas berjibaku memadamkan api yang terus berkobar, berupaya mencegah perambatan ke area sekitar pasar yang padat penduduk dan komersial.
Mengingat lokasi Polsek Kebayoran Baru yang berada tepat di samping pasar, tindakan antisipasi segera diambil. Pihak kepolisian memutuskan untuk mengevakuasi empat orang tahanan yang berada di sel Polsek. Keempat tahanan tersebut dipindahkan sementara ke Markas Polres Metro Jakarta Selatan guna menjamin keselamatan mereka. Meskipun api tidak sampai menjalar ke bagian tahanan yang dikelilingi tembok beton, langkah evakuasi ini dianggap perlu sebagai prosedur standar keamanan dan untuk mengantisipasi risiko yang tidak terduga.
Akibat kebakaran ini, sebagian ruas jalan di sekitar Pasar Taman Puring harus ditutup sementara, menyebabkan gangguan lalu lintas yang signifikan. Layanan transportasi TransJakarta juga terpaksa mengalihkan rute operasionalnya untuk menghindari area terdampak dan mendukung kelancaran proses pemadaman. Fokus utama aparat saat ini adalah menuntaskan pemadaman api, menjamin keselamatan seluruh warga di sekitar lokasi, dan memastikan kondisi tempat kejadian perkara (TKP) kondusif sebelum penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran dapat dimulai.
Pasar Taman Puring sendiri memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat perdagangan barang loakan berkualitas di Jakarta. Sejak era 1990-an, pasar ini dikenal luas sebagai “surga sepatu murah” dan tempat menemukan barang-barang bermerek dari pasar loak. Pasar ini pernah mengalami kebakaran besar pada tahun 2002 namun berhasil dibangun kembali dan tetap beroperasi. Sayangnya, sejak pandemi COVID-19 hingga paruh pertama 2025, Pasar Taman Puring telah menghadapi penurunan pengunjung yang drastis. Banyak kios yang tutup dan omzet pedagang dilaporkan anjlok lebih dari 50%, menambah tantangan bagi para pelaku usaha di sana.
Kebakaran besar pada 28 Juli 2025 ini secara signifikan memperparah kondisi para pedagang yang sebelumnya sudah berjuang melawan sepinya pengunjung. Ratusan kios yang kini hangus menjadi pukulan telak. Meskipun petugas berhasil menahan api agar tidak merambat ke Polsek Kebayoran Baru dan area permukiman sekitar, dampak ekonomi dan psikologis terhadap pedagang yang terdampak akan menjadi tantangan besar di masa mendatang.

