Sumselnews.co.id Baturaja OKU Sumsel | Sikapi aksi demo aktifis terkait angkutan batubara yang melintas di wilayah Kabupaten OKU, orang nomor satu di jajaran seragam coklat berjanji akan memanggil berbagai pihak terkait untuk mencari solusi
Hal tersebut bukan tanpa alasan, aksi yang digelar puluhan aktifis OKU dalam beberapa hari di jalan lintas Sumatera Kota Baturaja akhirnya Kapolres OKU terjun langsung.
Tak pelak, dalam kegiatan aksi demo, puluhan aktifis OKU bahkan memasang tenda di simpang empat Unbara dan akan di lakukan dalam beberapa hari kedepan.
Aksi aktifis di Kabupaten yang berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang ini, di picu atas keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan dan kemacetan yang terjadi selama ini.
“Kita sudah muak dengan akibat yang ditimbulkan oleh angkutan batubara tersebut. Pertama pastinya OKU ini macet, padahal daerah ini hanya tempat perlintasan dan tidak ada pendapatan untuk OKU dari batubara ini. Belum lagi kecelakaan karena sopir batubara menganggap jalan negara ini milik mereka dan mereka berhak untuk nyopir ugal-ugalan,” kata Radius, salah satu Pimpinan Aksi, Minggu (06/08/2023) malam.
Radius juga mengatakan, bahwa pengusaha batubara sudah tidak lagi perduli dengan hak-hak masyarakat pengguna jalan.
“Malam ini silakan lewat karena Kapolres datang dan berjanji akan memanggil pihak-pihak terkait untuk melakukan mediasi,” kata Radius.
Namun, Radius mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi jika apa yang dijanjikan Kapolres OKU tidak terealisasi.
“Kami akan melakukan aksi kembali jika janji mediasi dari Kapolres tidak terealisasi, dan kami tidak akan bertanggung jawab jika aksi selanjutnya akan berjalan anarkis untuk penyetopan mobil angkutan batubara,” tegas Radius.
Sementara itu, Kapolres OKU, AKBP Arif Harsono mengatakan, pihaknya akan menindak lanjuti kejadian ini dengan memanggil pihak terkait agar menemukan jelan keluar.
“Ya, yang jelas kedepan kami bersama stakeholder terkait akan bersama-sama mencari solusi atas masalah ini,”pungkas Kapolres (**Ali**)





