MUBA  

Puskesmas Lumpatan Pantau 45 Pasien Isoman dan Pasang Stiker

Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Lumpatan Kecamatan Sekayu terus melakukan pemantauan kepada masyarakat yang menjalankan isolasi mandiri (isoman) karena terpapar virus Corona atau Covid-19. Pemantauan dilakukan melalui via whatsapp, sms, atau video call.

Kepala Puskesmas Lumpatan Lismawati, SKM, MKes mengatakan untuk saat ini puskesmas Lumpatan melakukan pemantauan kepada 48 pasien atau masyarakat yang terpapar covid -19.
Dimana 45 dinataranya melakukan isolasi mandiri dirumah, 1 di RSUD Sekayu dan 2 pasien di rumah sehat rusunawa.

“petugas dari puskesmas lumpatan terus melakukan pemantauan.Pemantauan dilakukan petugas baik dengan cara keliling mengunjungi pasien maupun melalui grup pesan whatsapp. Selain itu petugas juga menempelkan stiker bagi isoman namun tentu dengan persetujuan dari pasien,”ungkap lismawati, senin (12/7).

Dikatakanya, 45 pasien yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) tersebut berada di beberapa tempat yakni di kelurahan kayuara, Desa lumpatan dan Desa Bailangu.Selain melakukan pemantaun dan monitoring pasien, puskesmas lumpatan juga memfasilitasi obat-obatan dan vitamin.

“Kita terus menggingatkan kepada pasien agar tetap mematuhi protokol kesehatan selama menjalani isolansi mandiri dirumah.Pemantauan akan dilakukan hingga pasien tersebut dinyatakan sehat,”imbuhnya.

Terpisah, kepala dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS mengimbau agar bagi masyarakat yang melakukan isolasi Mandiri (Isoman) agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Bagi masyarakat yang melakukan isoman, Azmi meminta agar para kelurga dan tetangga maupun ketua RT setempat untuk bersama – sama memberikan dukungan baik moril maupun lainya seperti kebutuhan pangan jika diperulkan.

“Jangan di bully justru harus diberikan dukungan, masyarakat sekitar juga harus ikut andil untuk memantau perkembangan pasien yang insoman. Bila perlu diberikan bantuan seperti bahan pangan maupun lainya,”kata Azmi.

Lanjutnya, bagi masyarakat yang menjalani isoman agar memperhatikan hal -hal berikut diantaranya bagi pasien yang isoman agar terpisah kamarnya dengan orang lain.

“Untuk kamar sebaiknya tersedia ruang terbuka dengan sinar matahari cukup. Terdapat jendela yang cukup dan bisa dibuka dengan aliran udara yang baik dan lancar, dan pencahayaan yang cukup”,ucapnya.

Selain itu, tersedia masker dan sarana cuci tangan atau hand sanitizer. Sampah dan cucian terpisah dari anggota keluarga lain Alat makan dan alat mandi tersendiri Selalu menjaga jarak Menjaga kebersihan ruangan Anggota keluarga yang merawat atau melayani memperhatikan protokol kesehatan .

Selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama konsumsi gizi seimbang dan Cuci Tangan Dengan Sabun (CTPS) menggunakan air mengalir sesering mungkin

Secara berkala berada di ruang terbuka untuk berjemur dan melakukan olahraga/aktifitas fisik dibawah sinar matahari pagi minimal 30 menit.
Menjaga kebersihan rumah dan permukaan yang sering disentuh dengan cairan desinfektan.

Menghubungi Satgas Covid Kalurahan/ Kelurahan apabila ada perburukan gejala, selanjutnya dikoordinasikan dengan Puskesmas setempat.
Anggota keluarga yang merawat atau melayani harus memperhatikan protokol kesehatan.

Untuk menekan laju perkembangan kasus konfirmasi, selain dengan melaksanakan karantina dan isolasi mandiri di rumah dengan benar, masyarakat sekitar dapat mengupayakan pelaksanaan 3M, yaitu memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir sesering mungkin dan menjaga jarak

Upaya tersebut akan semakin lengkap dengan meningkatkan imunitas tubuh, yaitu melaksanakan vaksinasi 2 dosis, konsumsi gizi seimbang, istirahat yang cukup dan mengelola stress dengan baik. Dengan gerak bersama dan upaya saling melindungi diharapkan kurva perkembangan kasus segera melandai dan turun

Tetap berada di rumah selama 10 hari, apabila disertai gejala maka isolasi dilaksanakan sampai dengan 3 hari setelah gejala yang dirasakan hilang. Apabila terpaksa harus keluar kamar, upayakan tetap menjaga jarak dengan anggota keluarga lainnya. Menggunakan masker dengan benar selama menjalani isolasi mandiri.

Melakukan pengukuran suhu tubuh harian dan pemantauan gejala yang mungkin timbul
Hindari pemakaian bersama alat makan, alat mandi dan linen/sprei

“Agar karantina/isolasi mandiri dapat dilaksanakan secara  optimal, diperlukan sinergi peran Pemerintah Kalurahan/Kelurahan (Satgas Covid-19 Kalurahan/Kelurahan), petugas yang melakukan pelacakan  kontak (tracer) dan masyarakat sekitar.Bagi masyarakat yang menjalankan insoman selain menghubungi petugas dari puskesmas juga bisa menghubungi petugas PSC 119.” tukasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *