Beranda MUBA Skema 15.000 Ribu Persiapan Bagi Warga Yang Belum Tercover Bantuan, Ini...

Skema 15.000 Ribu Persiapan Bagi Warga Yang Belum Tercover Bantuan, Ini Penjelasan Dinsos Muba

130
0

SELAYU | Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sudah menyiapakan skema bantuan bagi 15.000 warga kurang mampu yang terdampak akibat wabah pandemi covid-19 yang dianggarkan melalui dana APBD kabupaten Muba.

PLT Kepala Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyusin H Ahmad Nasuhi SH.MM menerangkan skema yang telah disiapkan dan sudah dianggarkan dari APBD pemerintah kabupaten Muba akan disalurkan ke 13 kelurahan se-Kabupaten Musi Banyuasin dengan jumlah nilai bantuan yang sama yakni Rp 600.00.

“Ya, skema itu sudah dipetakan untuk salurkan bantuan bagi warga yang kurang mampu terdampak yang belum sama sekali menerima bantuan dari skema PKH,BPNT,BST dan BLT, nilainya sama Rp 600.000/KK. Ada sekitar 8.495 KK jumlah warga yang dicover dari 13 kelurhan se Kabupaten Muba.Tidak hanya itu skema ini juga akan diberikan kepada para ustad dan ustazah yang direkomendasi dari pondok pesantren yang ada di Muba,”ungkap Nasuhi dihubungi,sabtu (30/5).

Dikatanya, untuk memenuhi quota dari skema 15.000 tersebut setelah semua warga yang ada di 13 kelurahan se Muba, sisanya baru akan dibagikan ke desa-desam.Anggaran yang disiapkan dari skema ini yakni Rp 600.000X15.000 KK X 3 bulan.

“Warga yang di desa- desa yang belum tercover
jangan khawatir akan tetap dapat, tinggal lagi di desa masih ada tambahan atau tidak.kalaupun nantinya ada warg yang belum menerima bantuankita sudah menyiapakan skeman bantuan dengan pembagian beras bagi warga yang kurang mampu.Makanya kita juga masih menunggu Usulan dari desa mekanismenya desa mengirimkan data ke pihak Kecamatan dan selanjutnya pihak Kecamatan mengirimkan data tersebut ke Dinas Sosial,”tukasnya.

Sebelunya, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin memastikan lebih dari 100.000 Kepala Keluarga akan mendapatkan bantuan jaring pengaman sosial akibat dampak dari virus corona atau Covid-19.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga yang berada diluar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang selama ini mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial.

“Kita sudah lakukan pendataan, yang di luar DTKS tidak boleh masuk lagi. Jangan ada yang double penerimanya,” ujar Dodi.

Hal yang harus dibedakan, sambung dia, terdapat program dari Pemerintah Pusat dan Pemkab Muba. Dimana selama ini telah ada program PKH dan E-Warung. Khusus E-Warung yang mengcover 37.608 penerima, jumlah besaran bantuan akan di top up.

“E-Warung nilainya hanya Rp200 ribu. Sedangkan kami di Muba ingin menyamaratakan ini semua. Jadi yang Rp200 ribu itu kita top up menjadi Rp600 ribu,” jelas

Selain itu, sambung dia, terdapat pula bantuan tunai Kemensos Rp 600.000 selama 3 bulan untuk 8.275 KK. Dilanjukan bantuan dari Dana Desa Rp 600.000 selama 3 bulan untuk 40.266 KPM, Bansos cadangan APBD untuk 15.000 KPM. 

“Jadi total KK yang tercover dalam program ini mencapai 101.149 Kepala Keluarga (KK). Jika ini berjalan baik harusnya dapat mencover penduduk miskin, hampir miskin dan sangat miskin di Muba,” beber dia.

Kepala BPKAD Muba Mirwan Susanto, menerangkan anggaran yang sudah disiapkan dari hasil realokasi dan refocusing anggaran melalui mekanisme Perubahan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD sebesar Rp. 137.559.142.432.

Dimana sumber dana berasal dari APBD sebesar Rp. 81.228.460.052 dan Dana Desa Rp.56.330.682.380. 

“Penggunaannya untuk pengadaan sarana prasarana, obat-obatan dalam rangka pencegahan penanggulangan Covid-19 dan jasa medis serta jaringan pengaman sosial dalam bentuk sembako dan bantuan tunai kepada masyarakat yang terdampak,” beber dia.

Ada lagi dana penyesuaian APBD tahun Anggaran 2020  sebesar Rp. 165.728.582.832,00. Dengan sumber dana dari APBD sebesar Rp. 95.588.582.832,00,- dan Alokasi Dana Desa Rp.56.750.000.000,- serta Dana Kelurahan Rp. 13.390.000.000,-.

“Bupati juga telah memerintahkan agar pada Perubahan APBD 2020  untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 196.712.274.736. Nilainya bisa bertambah atau berkurang sesuai perkembangan ancaman covid 19,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here