Beranda MUBA Sinkornisasi Data, PPDI dan PMI Muba Bentuk Relawan Peduli Difabel

Sinkornisasi Data, PPDI dan PMI Muba Bentuk Relawan Peduli Difabel

0

SumselNews.Co.Id MUBA | Salah satu faktor yang menjadikan sulitnya mewujudkan misi menuju Indonesia inklusif yang lebih ramah disabilitas adalah persoalan data para penyandangan disabilitas mengingat data yang ada seperti di Dinas sosial masih belum valid sehingga tidak adanya singkorniasai data yang valid antara data yang ada.

Dari itu, organisasi Perkumpulan Penyandang disabilitas indonesia (PPDI), PMI dan Serta elemen masyarakat peduli difabel Kabupaten Muba akan membetuk dan mengandeng semua elemen masyarakat membentuk relawan peduli difabel Guna menyisir keberadaan difabel di Muba. Hal dilakukan atas dasar belum adanya kepastian jumlah dan keberadaan Difabel yang ada di Muba. Tugas utama relawan ini untuk melakukan pendataan penyandang disabilitas di Muba

“Insallah relawan ini dibentuk, selain bertugas melakukan pendataan, relawan ini juga memiliki tugas lain untuk mendorong arah kebijakan pemerintah yang peduli difabel,”ungkap Aswandi Wakil Ketua PPDI Muba, Sabtu (18/1).

Dikataknya, tujuan relawan peduli difabel ini untuk membantu pendataan kebaradaan difabel, ssehingga dari data yang valid akan bisa membantu mendorong arah kebijakan pemerintah pusat dalam pembangunan dan kemajuan difabel sesuai dengan misi pemerintah pusat Indonesia inklusif yang lebih ramah disabilitas serta akan mengawal implementasi perda penyelenggaran kesejahteran sosial bagi difabel yang saat ini masih dibahas di tingkat Provinsi.

“Relawan difabel ini nantinya beranggotakan seluruh komponen masyarakat, anggota DPRD hingga pejabat di setiap Instansi OPD, Ormas dan media. Semua yang peduli difabel akan kita jadikan relawan,”teranganya.

Lanjutnya, Dengan dibetuknya relawan ini, diharapakan agar jumlah penyandang disabilitas di Muba dapat terdata dengan baik valid sesuai dengan data dan alamat difabel, Hal ini mengingat, data yang ada saat ini masih berbeda-beda. Sehingga kedepan tentunya dari data valid yang ada bisa dipetakan sehingga bisa mengetahui berapa jumlah difabel usia sekolah namun tidal mendapatkan haknya sebagi warga negara, berapa jumlah penyandang tuna daksa, netra, runggu dan lainya.

“Tentunya dengan adanya data yang valid, kedepan ketika ada bantuan dari pemerintah,perusahaan dan lembaga lainya bisa disalurkan tepat sasaran. Saat ini
Semua data berbeda, PPDI punya data sekitar 300 an orang, dinas juga punya data sendiri, baik Bappeda maupun Dinsos. Tapi harusnya data sentra ada di Dinsos, data kemarin yang saya tahu hampir 2000 lebih difabel yang ada di Muba orang,” tukasnya.

sementara itu Palang Merah Indonesia Kabupaten Musi Banyuasin melalui bidang Ketua Bidang Bencana, Akhmad Fanfani Syafri, 
Menyebutkan pihakanya siap membantu pemdataan difabel di Muba. Hal ini kita lakukan karena adanya persamaan program PMI yakni pemetaan kelompok rentan masyarakat tersampak bencana banjir,tanah longsor angin puting beliung dan karhutbunlah di Muba.

“Saat ini program tersebut sudah dibuat secara detil, sasaran kami pada program ini salah satunya masyarakat penyandang disabilitas.Semua sudah diajukan tinggal menungu hasil rapat penentuan kpanya ,”kata Fanfani.

Dikatanya, pola pendataan yang akan dilakukan yakni pola pendataan primer dimana relawan akan turun langsung kedesa-desa dengan melakukan wawancara sementara konsep data sekunder hanya mendata difabel khususnya yang berada wilayah rawan bencana alam.

“Dasar PMI yang akan melakukan pendataan tersebut yakni PP 21 TAHUN 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Point 15 turunan dari UU nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana. Secara konsep ini format yang sudah dibuat itulah mulai akan dijalankan dengan konsep data sekunder kelompok rentan ( termasuk difabel ) ke seluruh lokasi rawan bencana alam,”bebernya.

Lanjutnya, secara konsep semua sudah selesai termasuk kajian lainya tinggal lagi menunggu anggaran serta keseriusan tim nantinya.

“Jadi nanti, untuk konsep mendata secara sekunder itu ada dibidang relawan PMR , sementara dibidang kebencanaan akan mengunakan konsep pendataan sekunder,”imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here