Beranda MUBA Pemkab Muba Anggarkan 500 M Penanganan Covid-19 ini Penjelasan Bupati Dodi Reza...

Pemkab Muba Anggarkan 500 M Penanganan Covid-19 ini Penjelasan Bupati Dodi Reza Alex

201
0

SEKAYU | Penanganan dan Pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) benar-benar menjadi konsen Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin saat ini. Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Muba menyiapkan anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk program-program penanganan dan pemberantasan Covid-19 serta Jaring Pengaman Sosial (JPS).

“Di dua hari terakhir viral di media mengenai anggaran Rp 500 miliar yang disiapkan Pemkab Muba. Nanti setelah mata anggaran ini dikeluarkan Perbub, lalu direalokasikan, maka dapat digunakan,” ujar Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, Jumat (3/4)

Orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini menjelaskan, untuk program JPS, bantuan yang diberikan berupa bantuan padat karya, bantuan langsung tunai, maupun bantuan non tunai. Dimana anggaran Rp 500 miliar yang disiapkan berasal dari penyisiran APBD pihaknya dapat merealokasikan anggaran sebesar Rp 80,9 miliar untuk pengadaan sarpras, obat-obatan, alat medis, dan bantuan sembako.

“Kita siapkan sarpras dan kamar isolasi. Jika ada lonjakan kasus kita siapkan wisma atlet. Tenaga medis diberikan intensif, makanan dan suplement karena mereka garda terdepan,” jelas Dodi.

Selanjutnya terdapat pula anggaran dari Dana Desa sebesar Rp 56,3 miliar yang diperuntukkan untuk jaring pengaman sosial dan anggaran sebesar Rp 59,1 miliar dipergunakan untuk mendampingi masyarakat desa melalui program padat karya.

“Sisanya, kita beruntung, tahun lalu kita memiliki Silpa sebesar Rp 591,7 miliar. Telah kita adakan faktor-faktor pengurangan Silpa, baik untuk yang telah dianggarkan maupun kebutuhan urgent atau mendesak yang sifatnya tidak dapat diganggu. Hasilnya, dari Silpa kita bisa menganggarkan Rp 150 miliar untuk pengadaan Sarpras di RSUD Sekayu, RSUD Bayung Lencir dan RSUD Sungai Lilin. Serta Rp 153,5 miliar untuk BLT, sembako gratis, pemberian kartu pra kerja, bantuan kelompok tani kepada masyarakat, operasi pasar,” beber dia.

Lebih lanjut Dodi mengatakan, program JPS tidak akan berhenti sampai virus corona atau Covid-19 hilang. Sebab, wabah tersebut membuat daya beli masyarakat jauh berkurang.

“Jika ditotalkan anggaran sebenarnya lebih dari Rp 500 miliar. Ini yang membuat viral dan saya bisa mempertanggung jawabkannya. Ini wajar kita siapkan walaupum berat, terpenting tidak mengorbankan program lain,” tandas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here