Beranda MUBA OPD Diminta Segera Entri Data SIRUP APBDP 2020

OPD Diminta Segera Entri Data SIRUP APBDP 2020

174
0

SEKAYU | Organisasi perangkat daerah (OPD) diminta segera melakukan entry data SIRUP kegiatan APBDP 2020, guna percepatan pelaksanaan pembangunan APBDP tahun 2020.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Muba, Daud Amri, SH mengatakan untuk proses Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) wajib di lakukan di Kabupaten Muba.

Sesuai dengan Instruksi Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex untuk percepatan APBDP tahun 2020 dilakukan rapat percepatan proses pengadaan barang dan jasa APBD Perubahan Kabupaten MUBA Tahun Anggaran 2020 pada tanggal 2 Juli 2020 yang dipimpin oleh Sekda Kab. Muba Apriyadi dimana salah satu hasil dari rapat tersebut diambil langkah percepatan data entri pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan. Pada rapat tersebut disepakati entri data sirup paling lambat tanggal 28 Juli 2020 dan diumumkan pada tanggal 29 Juli 2020 dengan harapan proses pengadaan barang dan jasa dapat dimulai tanggal 29 Juli 2020.

Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kab. Muba sesuai instruksi Sekretaris Daerah Kab. Muba menurunkan tim percepatan proses pengadaan barang dan jasa untuk berkoordinasi dengan OPD yang akan melaksanakan proses input data SIRUP dan proses pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin APBDP Tahun Anggaran 2020.

Lanjutnya, bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex telah mengeluarkan instruksi bupati Nomor 1 tahun 2019 Tentang Percepatan Pelaksanaan Kegiatan
Pembangunan TA 2020.

“Diantara point intruksi tersebut, yakni selesaikan RUP (rencana umum pengadaan) sebelum tahun 2019 berakhir dan selesaikan dokumen administrasi paling lambat akhir Maret 2020.Laksanakan penyelesaian pengadaan barang dan jasa pada paling lambat Juni 2020, kontrak paling lambat Juni 2020.,”terangnya.

Kemudian, Bupati juga meminta selesaikan pengadaan barang/jasa (lelang) dengan mengoptimalkan e-procurement dan e-purchasing, percepat pelaksanaan dan penyelesaian kegiatan pembangunan, dan tingkatkan pengendalian dan pengawasan.

“RUP ini Wajib dilakukan oleh OPD, karena paket tender ataupun paket non tender jika tidak ada nomor RUP nya tidak bisa diumkan. Sebab pada saat pembuatan paket untuk tender dan non tender sendiri harus memasukkan kode id SIRUP.Jadi pembuatan paket yang akan di tender maupun nob tender tidak akan bisa di koneksikan apabila paket pekerjaan tidak di entry kedalam SIRUP,” bebernya.

SiRUP adalah aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan berbasis Web (Web based) yang fungsinya sebagai sarana atau alat untuk mengumumkan RUP.

“Dalam tahapan PBJ¬† dimulai dari perencanaan, persiapan sampai pelaksanaan bersamaan dengan dibuatnya oleh pemerintah melalui pendekatan sistem berbasis teknologi informasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi guna mendorong terwujudnya value for money atas hasil PBJ, dan tidak lagi menjadikan harga termurah sebagai tolok ukur efektivitas PBJ.,”tukasnya.

Tanggal Update on 19 Juli 2020 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here