Beranda MUBA MUI Muba Imbau Mayarakat Tetap Melaksanakan Ibadah Shalat Jumat di Masjid

MUI Muba Imbau Mayarakat Tetap Melaksanakan Ibadah Shalat Jumat di Masjid

28
0

SEKAYU | Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menghimbau kepada masyarakat Muba agar tetap melaksanakan ibadah shalat Jumat, sebab Kabupaten Muba Sejauh ini masih dalam kondisi Aman. Namun dengan catatan bisa menjaga kebersihan, terutama saat kontak fisik secara langsung.

“MUI Muba tetap mendatar kepada fatwa MUI Pusat, bahwa daerah yang potensi penularannya rendah atau alhamdulilah mudah-mudah tidak agar tetap melaksanakan ibadah shalat jumatnya seperti biasa, namun tetap menjaga kondisi seperti yang sudah disosialisasikan oleh pemerintah untuk mengantisipasi seperti kontak langsung dengan bersalaman,” Ungkap Sekertaris Umum MUI Muba HM.Albarr,Lc,M.Hi, Rabu (18/3).

Diakatakanya, kesalahan merupakan kebiasaan umat muslim, ketika bertemu maupun setelah melaksanakan ibadah shalat.Untuk mengantisipasi hal itu, sebaiknya dianjurkan setelah bersalaman langsung mencuci tangan menggunakan sabun. Hal ini juga secara perlahan – Lahan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk saling menjaga dengan sesuatu yang tidak biasa.

“Ini juga sekaligus imbauan kita untuk saling menjaga yang biasanya kita bersalaman untuk sementara tidak bersalaman terutama bagi yang memang ada gejala-gejala yang disebutkan oleh ahli seperti panas, batuk dan lain
sebagainya untuk menjaga diri,” terangnya.

Albar menyebut, MUI kabupaten Muba dalam waktu dekat berencana akan menggelar rapat membahas perihal fatwa dari MUI Pusat, karena kondisi suatu hal belum sempat berkumpul. Namun untuk imbauan kepada masyarakat sendiri diantaranya dan yang paling utama berkaitan dengan shalat Jumat, MUI Muba menganjurkan kepada seluruh khotib untuk bersama-sama mengajak jamaah untuk mendoakan agar kondisi ini bisa cepat kembali pulih.

“Bagi yang sudah terpapar kita berharap Allah segera memberikan kesembuhan Amin yang kita masih sehat dan dilindungi dan dapat dilindungi oleh Allah dari penyakit tersebut”imbuhnya.

FATWA TENTANG PENYELENGGARAN IBADAH DALAM SITUASI TERJADI WABAH COVID-19

Pertama : Ketentuan Umum
Dalam fatwa ini yang dimaksud dengan :

COVID-19 adalah coronavirus desease, penyakit menular yang Disebabkan oleh coronavirus yang ditemukan pada tahun 2019.

Kedua : Ketentuan Hukum

1. Setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams).

2. Orang yang telah terpapar virus Corona, wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain. Baginya shalat Jumat dapat diganti dengan shalat zuhur,
karena shalat jumat merupakan ibadah wajib yang melibatkan banyak orang sehingga berpeluang terjadinya penularan virus
secara massal. Baginya haram melakukan aktifitas ibadah
sunnah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, shalat Tarawih dan Ied di
masjid atau tempat umum lainnya, serta
menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar.

3. Orang yang sehat dan yang belum diketahui atau diyakini tidak terpapar COVID-19, harus memperhatikan hal-hal sebagai
berikut:

a. Dalam hal ia berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan
ketetapan pihak yang berwenang maka ia boleh meninggalkan salat Jumat dan menggantikannya dengan shalat zuhur di tempat kediaman, serta meninggalkan
jamaah shalat lima waktu/rawatib, Tarawih, dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya.

b. Dalam hal ia berada di suatu kawasan yang potensi penularannya rendah berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka ia tetap wajib menjalankan kewajiban ibadah sebagaimana biasa dan wajib menjaga diri agar
tidak terpapar COVID-19, seperti tidak kontak fisik
langsung (bersalaman, berpelukan, cium tangan),

Fatwa Tentang Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19 | 9

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia
membawa sajadah sendiri, dan sering membasuh tangan dengan sabun.

4. Dalam kondisi penyebaran COVID-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa, umat Islam tidak boleh menyelenggarakan shalat jumat di kawasan tersebut, sampai
keadaan menjadi normal kembali dan wajib menggantikannya dengan shalat zuhur di tempat masing-masing. Demikian juga
tidak boleh menyelenggarakan aktifitas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran COVID-19, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, shalat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim.

5. Dalam kondisi penyebaran COVID-19 terkendali, umat Islam Wajib menyelenggarakan shalat Jumat dan boleh menyelenggarakan aktifitas ibadah yang melibatkan orang banyak, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, shalat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim dengan tetap menjaga diri agar tidak terpapar COVID-19.

6. Pemerintah menjadikan fatwa ini sebagai pedoman dalam menetapkan kebijakan penanggulangan COVID-19 terkait dengan masalah keagamaan dan umat Islam wajib menaatinya.

7. Pengurusan jenazah (tajhiz al-janaiz) yang terpapar COVID-19, Terutama dalam memandikan dan mengafani harus dilakukan
sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat. Sedangkan untuk menshalatkan dan menguburkannya
dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar COVID-19.

8. Tindakan yang menimbulkan kepanikan dan/atau menyebabkan kerugian publik, seperti memborong dan/atau menimbun bahan kebutuhan pokok serta masker dan menyebarkan informasi hoax terkait COVID-19 hukumnya haram.

9. Umat Islam agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, dzikir,
membaca Qunut Nazilah di setiap shalat fardhu,
memperbanyak shalawat, sedekah, serta senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya ( daf’u al-bala’), khususnya dari wabah COVID-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here