Beranda Palembang Mengaku Polisi, Komplotan Ini Peras Sopir Yang Melintas di Lintas Timur

Mengaku Polisi, Komplotan Ini Peras Sopir Yang Melintas di Lintas Timur

32
0

PALEMBANG | Petugas dari Kepolisian Daerah Polda Sumatera Selatan, menangkap tiga orang pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) dan pemerasan. Ketiga pelaku ini merupakan pecatan polisi, guru honorer, dan tukang ojek.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, mengatakan ketiga pelaku yang ditangkap yakni Endang Saputra (36 tahun) yang merupakan pecatan polisi, Angga Afriansyah (24 tahun) guru honorer, dan Rian Hidayat (29 tahun) seorang tukang ojek.

Ketiganya, bersama dua pelaku lainnya yang saat ini masih buron yakni berinisial BA dan BI melakukan pencurian dengan kekerasan kepada Ekonof Putra (45), seorang sopir truk.

“Komplotan pelaku ini berpura-pura menjadi anggota polisi dan mencari target sopir truk yang melintas di Jalan Lintas Timur Sumsel,” katanya, Rabu (26/2).

Supriadi bilang, dalam menjalankan aksinya mereka menghentikan kendaraan korban saat berada di Desa dan Tanjung Agas, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten OKI. Kemudian mereka memeriksa barang bawaan di truk tersebut.

Saat diketahui yang dibawa merupakan solar, para pelaku pun membawa sopir truk bersama dengan kernetnya masuk ke mobil milik pelaku.

“Korban ini seolah-olah akan dibawa ke Polda Sumsel. Sepanjang perjalanan korban diterogasi dengan cara memukul dan mengancam dengan sebuah senjata api rakitan,” katanya.

Selanjutnya, korban kemudian diminta uang sebesar Rp 5 juta agar bisa dilepaskan. Namun, pada saat itu korban mengaku hanya memliki uang sebesar Rp 300 ribu.

Setelah uang tersebut diambil, korban kemudian dipukuli lagi oleh para pelaku. Korban mengaku memiliki uang jalan sebesar Rp 1,3 juta yang disimpan dibawah jok truk.

“Saat itu pelaku Endang dan kernet truk menggunakan sepeda motor kembali ke tempat truk korban diparkirkan. Lalu, pelaku mengambil uang dan sebuah ponsel yang ada di truk tersebut, selanjutnya pelaku langsung pergi meninggalkan kernet tersebut di lokasi,” katanya.

Supriadi menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik selain dari pada aksi curas kepada sopir truk tersebut, komplotan ini juga melakukan pemerasan terhadap sopir truk lainnya yang diketahui sedang bermain judi online. Dari kasus tersebut, para pelaku memperoleh uang Rp 5,6 juta.

“Jadi dalam setiap memperoleh hasil dari kejahatannya, komplotan ini selalu membaginya dengan rata kepada setiap anggota,” katanya.

Kemudian, kata Supriadi, petugas yang melakukan penyelidikan atas kasus ini berhasil menangkap tiga orang pelaku pada Senin (24/2). Lalu, atas perbuatan itu, para pelaku akan dijerat dengan pasal 365 KUHP Jo pasal 368 KUHP.

“Saat ini petugas masih memburu dua pelau lain yang identitasnya sudah diketahui,” katanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here