Beranda Palembang Eksponen 98, Minta Gubernur Pecat Dua Kepsek

Eksponen 98, Minta Gubernur Pecat Dua Kepsek

86
0

SumaelNews.co.id PALEMBANG | Kabar mengejutkan datang dari EKSPONEN 98 yang melayangkan surat terbuka yang ditujukan ke Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) dan juga ditembuskan ke kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan,Sabtu (25/04).

Melalu surat terbuka yang ditandatangani oleh Panji Kresna sebagai Koordinator EKSPONEN 98 tersebut meminta Gubernur Sumsel, H.Herman Deru untuk memecat dua orang pendidik di Sumsel yang saat ini masih aktif sebagai kepala Sekolah karena dinilai cacat moral.

“”Kami atas nama kawan-kawan
Aktivis yang tergabung dalam Komunitas Eksponen ’98 mendesak Gubernur Sumatera Selatan, H.Herman Deru untuk segera Memecat Oknum Kepala sekolah SMA I Palembang saudara Nasrul Bani, SPd. MM. Dan Kepala SMK Negeri I Tanah Abang saudari Yulisa Wandasari, Karena diduga telah Cacat Moral”tegasnya dalam Surat Tersebut.

Dalam surat terbuka tersebut juga Panji menjelaskan kenapa pihaknya menduga kedua kepala sekolah tersebut cacat moral

Dijelaskannya seharusnya seorang disebut guru maka yang terpikir hanyalah sosok seorang yang menampilkan sikap Moral Yang Luhur yang layak jadi tauladan. Jadi ketika terjadi pelanggaran yang bersifat moral yang dilakukan oleh seorang guru, maka sudah barang tentu akan mendapatkan kecaman dari masyarakat.

Panji Kresna Koordinator EKSPONEN 98 mengungkapkan, tanggung jawab untuk menampilkan diri sebagai sosok yang dipercaya baik oleh siswa maupun masyarakat menjadi sangat penting.

“Namun apa yang kami uraikan sebagaimana tersebut diatas, sangatlah bertentangan dengan apa yang kami peroleh terhadap kelakuan Nasrul Bani, SPd. MM. yang saat ini masih berstatus sebagai Kepala SMA 1 Palembang,” ujar Panji

Berdasarkan informasi yang kami dapat dari Ibu LN (Masih sebagai Istri Sah/Belum Resmi BerCerai) suami beliau Bapak Nasrul Bani, SPd. MM, diduga telah melakukan perbuatan tercela, karena yang bersangkutan saat ini telah meninggalkan Istri sah beliau (Belum Resmi BerCerai).

Selain itu diduga juga telah melakukan Kawin Siri dengan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tanah Abang yang juga berstatus sebagai ASN/Aparatur Sipil Negara. “Diduga Keduanya telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum sebagaimana aturan yang berlaku di Republik ini,” ungkap Panji.

Diakhir surat terbukanya panji meminta Gubernur dapat menaruh perhatian khusus terkait hal ini.

“Demikianlah surat terbuka ini kami sampaikan, agar menjadi perhatian khusus dari Bapak gubernur Sumatera Selatan dan jadi Pembelajaran bagi Kita semua,” tutup Panji Kresna dalam surat terbukanya.

Terkait hal ini Ade Chaniago salah satu aktivis Eksponen 98 saat ditanyai prihal ini mengatakan Sebagai seorang Dosen, dirinya agak terkejut dan hampir tak percaya ketika membaca surat terbuka yang disampaikan oleh saudara Panji yang merupakan koordinator Eksponen ’98 bahwa ada oknum Kepala Sekolah yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dengan jelas dalam PP 54 tahun 1990 dulu PP 10 1983.

“Karenanya di bulan baik ini, agar tidak menjadi fitnah, saya mendesak kepada instansi terkait untuk segera melakukan cross check terkait dengan substansi yang disampaikan dalam surat terbuka tersebut dan langsung melakukan tes kehamilan bila perlu tes DNA agar masalah dugaan cacat moral tersebut dapat terang benderang. Dan apabila itu terbukti maka sanksi pemecatan harus disegerakan,”Tegasnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Riza Pahlevi MM saat coba dimintai konfirmasinya terkait surat terbuka dari EKSPONEN 98 yang di anggap mencoreng nama baik dunia pendidikan di Sumsel ini, saat di konfirmasi mengatakan terkait adanya aduan dari masyarakat tersebut pihak Disdik Sumsel telah menyerahkan pengaduannya ke pihak inspektorat dan penelusuran terkait hal ini sudah di lakukan.

“Kita tetap pada praduga tidak bersalah hal ini pun sudah ditindak lanjuti laporannya oleh pihak inspektorat saat ini kita tinggal menunggu hasilnya dan jika terbukti ada pelanggaran moral yang menyimpang kita akan menerapkan aturan yang sudah berlaku karena kita juga tidak ingin dunia pendidikan kita di kotori oleh hal-hal yang tidak dibenarkan,”tegasnya

Tanggal Update on 26 April 2020 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here