Beranda MUBA Buron 6 Tahun, Palaku Perampok Pengusaha di Muba Rp1,6 Miliar Tewas...

Buron 6 Tahun, Palaku Perampok Pengusaha di Muba Rp1,6 Miliar Tewas di Dor Polisi

61
0

SEKAYU | Setelah baku tembak dengan tim gabungan dari Satreskrim Polres Muba dan Unit Reskrim Polsek Babat Toman di back Unit Pidum Polrestabes Palembang dalam sebuah penggrebekan, Rabu (17/6) sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan Kelurahan Sako, Palembang.

Pelaku perampok pengusaha di Muba M.Toha yang Buron selama 6 tahun akhirnya tewas di tembak tim gabungan, pelaku yakni Asnawi warga Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin.

Diketahui, Asnawi sendiri bersama 6 anggota komplotannya terlibat dalam aksi perampokan terhadap tokoh sekaligus pengusaha Muba, M Toha, warga desa Sungai Angit, Kecamatan Babat Toman, Muba yang terjadi, Jumat (28/3/2014) di kediaman korban. Empat orang sebelumnya sudah berhasil ditangkap dan menjalani hukuman di Lapas Kelas II B Sekayu, yakni Maryono alias Yono, Sobri alias Beni Akuan, Saiful Bahri alias Edi Regen dan Samsul Bahri alias Ri.

Dua lagi yang masih buron yakni Ba dan Ab terus diburu polisi. “Kita mendapat informasi keberadaan tersangka di Kota Palembang, kemudian anggota berangkat ke Palembang dan melakukan penyelidikan intensif. Selanjutnya di back up anggota Pidum Polrestabes Palembang dilakukan upaya penangkapan terhadap tersangka,” Ujar Kapolres Muba AKBP Yudhi Markus Pinem SIk didampingi Kasat Reskrim AKP Deli Haris SH dan Kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin SH, serta Kanit Pidum Ipda Nasirin.

Diktakannya, saat penangkapan tersangka melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata api rakitan yang dibawanya. Kemudian sambil berlari, tersangka melakukan penembakan ke arah anggota.

“Anggota sudah memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali akan tetapi pelaku tidak mengindahkan dan masih tetap melawan petugas sehingga anggota opsnal langsung melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku tersebut sehingga pelaku meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang,” kata Pinem.

Sebagai informasi, Diketahui pencurian dengan kekerasan terhadap korban M Toha berlangsung dikediaman korban sekitar pukul 02.00 WIB. Para pelaku mendatangi rumah korban, masuk rumah dengan merusak pintu.

Pelaku kemudian menodong dengan menggunakan senjata api serta salah satu pelaku melakukan penganiayaan terhadap Asep Agubg Saputra, anak korban dan melakukan penyandraan terhadap salah seorang anggota TNI yang saat itu sedang berada dirumah korban, kemudian memaksa korban menyerahkan uang dan selanjutnya mengambil uang dan perhiasan korban.

Akibat kejadian ini korban kehilangan uang tunai sebesar Rp350 Juta dan perhiasan emas sebanyak 400 suku atau 2.680 gram, 2 buah Handphone merk Samsung dan 1 buah Handphone Nokia, total kerugian seluruhnya di taksir dengan uang sebesar Rp1, 6 Miliar.

Tanggal Update on 18 Juni 2020 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here