Beranda Prabumulih Berusia 15 Tahun, Jembatan Desa Panggul Terancam Ambruk

Berusia 15 Tahun, Jembatan Desa Panggul Terancam Ambruk

42
0

Prabumulih, Sumselnews.co.id- Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan, walaupun Daerah Otonomi baru tapi boleh diacungkan jempol pelaksanaan pembangunannya. Pemerintahanyan, demi mensejahterakan masyarakatnya, sarana jalan dan jembatan semuanya ditingkatkan termasuk sarana jalan perusahaan, pasar rakyat dibangun kota. Direvitalisasi dengan dana ratusan miliar, bahkan banyak lagi pembangunan yang sudah dilaksanakan.

Sebagai Kota yang baru tumbuh ini boleh terbilang Kota yang memiliki APBD yang cukup besar untuk 7 Kecamatan.
Namun sungguh miris, dari pantauan media ini, banyak perencanaan dan pelaksanaan pembangunannya yang diduga tidak tepat sasaran. Banyak hasil pembangunan yang sudah terlaksana terbengkalai.

Sebaliknya banyak juga sarana yang sangat dibutuhkan masyarakat terlewati.
Salah satu contoh, ada sebuah jembatan yang lokasinya ada Desa Panggul Kecamatan Cambai hanya berjarak 2 kilometer dari pusat gedung perkantoran Wali Kota Prabumulih. Karena jabatan inilah yang menghubungkan jalan pemukiman Desa dan akses jalan untuk aktifitas perekonomian masyarakat Desa Panggul. Jembatan besi ini diperkirakan dibangun 15 tahun yang lalu oleh perusahaan Pertamina EP Asset II.
Namun sayangnya jembatan yang dekat komplek perkantoran berada dipusat ibu kota Prabumulih ini luput dari perhatian pemerintah kota Prabumulih. Padahal Kota ini sering mendengungkan prioritas pembangunan jalan dan jembatan.
Jembatan ini. Karena umur sudah sangat tua.

Kondisinya saat ini sudah memprihatinakn. Sudah banyak kayu-kayu buruk dan tiang-tiangnya pun sudah banyak yang kropos. Tapi walaupun tidak layak lagi digunakan namun masyarakat tetap banyak yang memakai jembatan ini, karena hanya melewati walaupun hanya jembatan untuk perjalan kaki dan kendaraan roda dua, tetapi jabatan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Sejauh ini juga jembatan ini belum tanda tanda dibangun pemerintah kota Prabumulih.

Syaripudin, salah seorang masyarakat Desa Panggul menuturkan, kalau dia sangat prihatin dengan kondisi jembatan tersebut. Diceritakan Syaripudin kalau mereka sebagai masyarakat sudah sering mengajukan usulan untuk pembangunan jembatan tersebut. Tapi katanya sampai saat ini belum juga direalisasikan.

“Kami masyarakat sudah sering mengajukan usulan pembangunan jembatan itu ke Lurah, kata pak proposal kami itu sudah di sampaikan ke dinas PUBM tapi sampai saat ini belum ada realisasi nya,” Ungkapnya.

Dijelaskan Syaripudin, kalau jembatan itu tinggal tunggu waktu saja ambruk, karena tiang tiangnya sudah keropos, lantainya pun sudah bolong.

” Sebenarnya kami sangat kwatir menggunakan jembatan tersebut, tapi mau bagaimana lagi karena hanya itu jalur terdekat menuju perkebunan untuk perekonomian masyarakat Desa. Dari pada melewati jalan memutar mending beranikan diri saja ” Tuturnya.

Kepala Desa Panggul Jakaria Yadi mengatakan, sudah berapa kali mengajukan usulan untuk pembangunan jembatan tersebut. Namun selama 15 tahun ini belum ada baik pembangunan ataupun perbaikan besi yang mulai keropos dan kayu kayu sudah buruk.

“Jembatan ini merupakan akses jalan perkebunan masyarakat Desa, bahkan mata pencarian masyarakat sangat tergantung dengan perkebunan karet dan perkebunan buah nanas. Tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan, entah kapan akan di laksanakan pembangunan jembatan tersebut.

” Kami sudah menyampaikan proposal masyarakat ke Dinas PUPR Kota Prabumulih, tapi Samapi saat ini belum ada tanggapan, entah kapan akan dibangun” Tukasnya. (SM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here