Beranda MUBA Bari Bantuan, PMI dan Tim Puskesamas Bayung Lencir Homevisit Kerumah keluarga Penyandang...

Bari Bantuan, PMI dan Tim Puskesamas Bayung Lencir Homevisit Kerumah keluarga Penyandang Disabilitas

231
0

SEKAYU | Tim Puskesmas Kecamatan Bayung lincir bersama ( PMI )palang merah Indonesia Kecamatan Bayung lincir Kamis,(30/4) melakukan kunjungan ke salah satu rumah anak yang memiliki keterbatasan fisik yang tinggal di RT 12 kelurahan Bayung lencir Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin.

Ketua palang merah Indonesia Kecamatan Bayung Lencir Novriadi Sjamsuri S.H, M.Kn menyebutkan awalnya nya organisasi kepemudaan karang taruna bersama palang merah Indonesia Kecamatan Bayung lencir menyalurkan bantuan pada masyarakat akibat dari dampak virus covid -19.

“Kami cukup prihatin ketika kami melihat dua bersaudara ini dengan kondisi memiliki keterbatasan fisik, melihat kondisi dua bersaudara yang memiliki keterbatasan sejak lahir kami mengajak pihak Puskesmas untuk melakukan Homevisit untuk melihat kondisi kesehatan dua bersaudara itu,”kata erik.

Menurut keterangan dari sang nenek dan kakek saat homevisit, kondisi dua bersaudara yang memiliki nama Rosa Monika, perempuan berusia 14 tahun dan Diki , laki-laki, berusia 9 tahun sejak lahir kondisinya seperti yang ada saat ini.

“Rosa dan Diki sejak lahir lahir sudah mengalami kelainan fisik seperti ini, saat kunjungna sudah dilakukan pemeriksaan kondisi Berat badan dua saudara ini sulit diukur karena keadaan postur tubuh.,”ucapanya

Menurut keterangan neneknya, Rosa lahir dalam kondisi normal dan tumbuh berkembang seperti bayi yang lainya, namun pada usia 8 bulan usia 8 bulan Rossa mengalami kejang-kejang akibat suhu tubuh panas tinggi namun saat itu upaya untuk pengobatan tidak dilakukan sehingga seharian mengalami suhu panas yang tinggi tanpa dilakukan pengobatan

“Pasca mengalami panas tinggi hingga kejang-kejang rosa mulai menunjukkan perubahan tumbuh kembang seperti anak normal lainnya.melihat kondisi Rossa sendiri dia tidak bisa duduk berdiri dan berbicara sehingga kualitas hidupnya sangat membutuhkan bantuan dari sang kakek dan nenek karena orang tua Rosa berada di rumah yang berbeda Dani di daerah Srimaju kelurahan Bayung Lencir,”terangnya.

Sementara, Diki sendiri dalam kondisi tidak normal sejak lahir,menurut keterangan bidan yang melakukan persalinan kelainan yang dialami oleh gigi akibat tertelannya air ketuban.

“Sempat dibawa ke RS di jambi. Setelah itu pertumbuhan dan perkembangannya terhambat. Sebelum seperti kondisi saat ini Dicky masih bisa duduk berdiri, hanya saja diki tidak bisa berbicara dan sering mengamuk (tidak bisa berkomunikasi)”, jelas Neneknya.

Sementara, dr Diah slah satu dokter di Puskesmas Bayung lencir usia kunjungan home visit ke rumah dua saudara yang memiliki keterbatasan fisik ini Dokter Diah Kepala menyebutkan keterbatasan fisik yang dimiliki oleh Rossa dan Dicky ini disebabkan oleh genetik utamanya ditambah untuk Rosa sendiri ada riwayat pendukungnya, Saat usia 8 bulan Rosa mangalami panas tinggi hingga kejang-kejang.

“Jadi, saat itu Rosa mengalami panas tinggi hingga kejang kejang demam kompleks ditambah dengan supply pada saat kejang itu oksigen tidak berjalan dengan baik sehingga hambat perkembangannya, melihat dari kasur ini memang dari ginetik hal itu trliht dari sang nenek yang bersangkutan sebalumnya sudah pernah punya anak namun di usia 3 bulan meninggal.Tidakn hanya itu, neneknya juga itu mempiki sejenis kecacatan di salah satu bagian tubuhnya jadi memang tidak utuh jadi secara genetik itu tidak sempurna,”tukasnya.

Tanggal Update on 30 April 2020 by admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here