Beranda MUBA Aktifitas Pengeboran PEP Asset 2 Rusak Puluhan Rumah Warga

Aktifitas Pengeboran PEP Asset 2 Rusak Puluhan Rumah Warga

45
0

SEKAYU | Akibat dari aktivitas pengeboran yang dilakukan oleh pihak Pertamina EP asset 2 pendopo field yang berada di lokasi IW 05, sebanyak 25 warga dusun 4 desa jirak jaya kecamatan jirak jaya Musi Banyuasin Sumatera Selatan mengalami kerusakan yakni mengalami keretakan di beberapa bagian rumah

Kepala desa Wirajaya Iskandar Kamula dikonfirmasi, Jumat (26/6), terkait hal tersebut membenarkan adanya kerusakan sejumlah rumah warga akibat aktivitas pengeboran yang dilakukan oleh pihak Pertamina EP asset 2 pendopo field.

“Ya, benar ada sekitar 20 rumah warga yang mengalami kerusakan baik itu ringan maupun berat, ” kata Kepala Desa Jirak, Iskandar Kamula dihubungi melalui phonsenya

kerusakan yang terjadi, iskandar menerangkan karena adanya aktifitas terkait pengeboran yang dilakukan oleh pihak Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field yang berlokasi di Dusun 4 Desa Jirak, dimana dari hasil terjun di lapangan faktor ada dua yakni akibat getaran alat berat yang ditimbulkan oleh aktifitas dilokasi dan kondisi tanah mengalami pergeseran akibat pengerukan ditambah dengan curah hujan tinggi.

“Memang akibat hujan tanah itu bergeser. Namun sudah dilakukan antisipasi oleh pihak perusahan dengan melakukan pengedaman, “terangnya.

Lanjut dia, pihak Pertamina sendiri sudah mendata rumah warga yang mengalami keretakan yang sebagian besar di dinding rumah dan teras, bahkan ada 2 rumah yang retak berat hingga sampai ke bagian dapur.

“Mereka sudah negosiasi dengan warga terdampak, namun belum menemukan kesepakatan harga sehingga pihak Pertamina mengajukan surat kepada Bupati, ” ucapnya

Disinggung aktifitas dimulai, Iskandar menuturkan, pembuatan lokasi itu dilakukan pada bulan Maret dimana sebelumnya dilakukan sosialisasi kepada warga terlebih dahulu. “Nah, untuk mulai pengeborannya dilakukan pada awal Mei dan selesainya itu akhir Mei, ” ujarnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Perkim Muba, Risma Ghatmir melalui Kabid Perumahan H Fatahisalam ST MT menambahkan, bahwa memang pihaknya tergabung dalam tim yang dibentuk oleh Sekda dari bagian Setda serta OPD terkait, Dinas Perkim sendiri itu masalah teknis. Lalu tim yang dipimpin Kasi Tata Ruang telah ke lokasi untuk melakukan pendataan serta penghitungan untuk kompensasi.

“Kalau tidak salah ada 3 atau 4 orang yang ke lapangan, ditambah tim ahli. Sedangkan hasilnya Senin mendatang mungkin baru keluar, itu pun akan disampaikan pada rapat bersama, “tuksnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here