Beranda MUBA Air Sungai Musi Meluap, Warga Desa Air Balui Terendam hingga 50 CM

Air Sungai Musi Meluap, Warga Desa Air Balui Terendam hingga 50 CM

33
0

SEKAYU – Berdasarkan informasi yang didapat oleh dari Tim Siaga banjir Kecamatan Sanga Desa yang terdiri dari personil TNI, Polri, dan BPBD ketinggian air senin (10/2) dipekarangan rumah warga di lokasi Trans SP 1 dan SP 2 Desa Air Balui saat ini mencapai sekitar 50 cm.

Akibat banjir tersebut, ratusan Kepala Keluarga (KK) di lokasi Trans SP 1 dan SP 2 Desa Air Balui, serta Trans SP 3 Desa Jud I Kecamatan Sanga Desa dua hari terakhir tidak bisa beraktifitas seperti biasanya. Pasalnya, pekarangan rumah serta akses jalan menuju ke tempat mereka kini terendam banjir yang berasal dari luapan Air Sungai Musi dan beberapa aliran sungai lain nya yang berada di sekitar lokasi trans.

Sementara itu ketinggian air di Trans SP 3 Desa Jud I sudah mencapai ketinggian kurang lebih 1 meter, sedangkan untuk akses jalan menuju ke lokasi Trans SP 3 Jud I saat ini sudah sepenuhnya terputus akibat tergenang banjir setinggi 60 cm.

Saat ini sebanyak 250 KK yang tinggal di lokasi Trans SP 1 dan SP 2 Desa Air Balui, serta 11 KK warga Trans SP 3 Desa Jud I masih memilih bertahan di rumah masing-masing sembari menunggu banjir surut. Kepala Desa Air Balui Harminto saat dikonfirmasi membenarkan saat ini sudah mulai tergenang banjir.
Km

“Ini sudah hari kedua sejak air mulai masuk menggenangi pekarangan rumah warga. Setiap hari ketinggian air terus mengalami kenaikan, kemarin saat saya memantau kesana bersama dengan salahsatu anggota DPRD Muba pak Yudi Tri Karya akses jalan belum tergenang tetapi saat ini infonya jalan darat sudah tergenang setinggi 30 cm,” ungkap Minto.

Ia menjelaskan, aktivitas keseharian warga untuk mencari nafkah sepenuhnya sudah lumpuh total sebab lahan kebun milik warga juga ikut terendam, sekolah yang berada di lokasi Trans juga sudah diliburkan.

“Para siswa di Sekolah Filial juga sudah ditugaskan untuk belajar di rumah. Sementara ini warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Saat ini pemerintah Desa Air Balui sudah memberikan laporan mengenai kondisi warga kepada Pemerintah Kecamatan Sanga Desa,” tuturnya.

Sementara, Tim SiagaSiaga banjir Kecamatan Sanga Desa yang terdiri dari personil TNI, Polri, dan BPBD yang melakukan Pemantauan dan Patroli Daerah Rawan Banjir mengatakan bahwa kondisi banjir terparah saat ini dialami oleh daerah Trans SP 3 Jud I.

“Ada 10 titik jalan di Trans SP 1 dan SP 2 yang terputus karena tergenang banjir, sementara itu untuk akses jalan darat menuju ke Trans SP 3 saat ini sepenuhnya sudah tidak bisa di lewati. Satu-satunya cara menuju kesana yakni menggunakan perahu kecil. Kami dari Tim Siaga Banjir Kecamatan Sanga Desa yang terdiri dari personil TNI, Polri, dan BPBD akan terus memantau kondisi terkini banjir baik di Trans SP 1 dan SP 2 Desa Air Balui, maupun di Trans SP 3 Desa Jud I,” ungkap Serka Suwardiyono didampingi rekannya Brigpol Yopis, dan anggota BPBD Muba Beni.

Akibat banjir tahunan yang menggenang ini warga Trans SP 1 dan SP 2 Desa Air Balui, serta Trans SP 3 Desa Jud I saat ini menjadi kesulitan untuk mengeluarkan hasil panen mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here