Beranda MUBA 50 Rumah Rawan Longsor di Pinggir DAS Bakal Direlokasi

50 Rumah Rawan Longsor di Pinggir DAS Bakal Direlokasi

13
0

SEKAYU | lima puluh rumah warga berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Musi bakal dilakukan secepatnya oleh Pemkab Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Dimana tim gabung telah turun ke lapangan tepatnya di RT 08,09 dan 14 Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, Rabu (1/7).

Plt Kepala Dinas Perkim, Ir Risma Ghatmir melalui Kabid Perumahan H Fatahisalam ST MT mengatakan, pihaknya bersama pemerintah Kecamatan Sekayu, Kelurahan Balai Agung ,Pol-PP dan BPN Muba turun ke lokasi yang bakal di relokasi, guna melakukan verifikasi calon penerima bantuan rumah khusus bagi masyarakat berdomisili dipinggiran sungai musi. “Jadi kita verifikasi ulang, makanya turun lagi, ” kata Fatahisalam.

Sebab, dia menjelaskan pendataan telah dilakukan pada tahun 2017 lalu terdapat 304 kepala keluarga yang berada di pinggir aliran sungai musi di Kelurahan Balai Agung khususnya. “Nanti dari 304 kepala keluarga akan dipilih sesuai kondisi rumah yang sudah rawan longsor menjadi 50 KK dan masuk didata BSS, ” jelasnya.

Setelah terpilih, lanjut Fatahisalam, 50 KK yang memenuhi syarat akan diberikan sosialisasi terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke rumah khusus yang telah selesai dibangun di Kelurahan Kayuara dekat pasar Randik. “Sesuai arahan pak Sekda target relokasi secepatnya dilakukan sebab setelah pindah lokasi rumah mereka di pinggir sungai akan dijadikan jalur hijau, ” tegasnya.

Lalu, program ini sendiri akan terus dilakukan untuk merelokasikan rumah warga di pinggir sungai Musi. Mengingat, untuk daerah yang banyak bermukim di pinggir aliran sungai Musi itu ada dibeberapa kecamatan seperti dj Kecamatan Sanga Desa, Lawang Wetan, Babat Toman, Sekayu dan Lais. “Yang jelas berkelanjutan program ini, ” imbuhnya

Sementara itu, Camat Sekayu, Marko Susanto SSTP MM menambahkan, pihak termasuk dalam tim yang telah turun dalam melakukan verifikasi untuk memilih 50 KK yang bakal dipindahkan, dimana dalam pemilihan itu pihaknya terjun ke lokasi melihat secara langsung yang diprioritaskan seperti rumahnya sudah nyaris maupun rawan terkena longsor dan masuk dalam pendataan dari 304 KK pada tahun 2017 lalu.

“Selanjutnya, 50 KK itu tidak memisah artinya mereka di pilih harus sebarisan . Karena setelah mereka pindah lokasi yang ditinggalkan akan diambil alih pemerintah guna dijadikan lajur hijau, ” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here