PALEMBANG — Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) menghantui Sumatera Selatan (Sumsel) seiring masuknya musim hujan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mencatat lonjakan kasus yang mengkhawatirkan, dengan total 6.263 kasus DBD dan 19 kematian hingga 3 November 2025.
Ira Primadesa mengungkapkan, Kota Palembang menjadi wilayah dengan catatan kasus DBD tertinggi di Sumsel, yakni mencapai 785 kasus dengan tiga korban jiwa.
“Kasus tertinggi lainnya tersebar di Kabupaten Muara Enim sebanyak 392 kasus, OKU Timur 382 kasus dan OKI sebanyak 336 kasus,” jelasnya.
Meskipun angka kasus tinggi, Dinkes Sumsel memastikan telah memperkuat strategi pencegahan dan pengendalian. Selain kegiatan rutin seperti fogging dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Dinkes mulai mengandalkan inovasi teknologi dan medis.
Salah satunya adalah penerapan teknologi Wolbachia, yang terbukti ampuh menekan penyebaran virus Dengue.
“Teknologi Wolbachia terbukti menurunkan tingkat kesakitan dengue hingga 77 persen dan angka rawat inap hingga 86 persen,” terang Ira.
Selain itu, Dinkes tengah mengembangkan rencana untuk menerapkan imunisasi dengue guna memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat.
Ira Primadesa menegaskan bahwa keberhasilan penanganan wabah sangat bergantung pada peran aktif masyarakat. Dinkes terus menggencarkan edukasi tentang Gerakan 3M Plus: menutup, menguras, dan mengubur wadah air, serta mencegah gigitan nyamuk.





