Pj Wako Elman Berfose bersama Perwakilan Peserta Pelatihan Operator Mobile Crane dan Manager PDC

Sumselnews.co Prabumulih | Setiap tahunnya lulusan pelajar baik Mahasiswa maupun SLTA kian bertambah. Sementara ketersediaan lapangan kerja bagi kalangan pencari kerja lulusan tersebut jumlahnya berbanding terbalik. Polemik ini merupakan salah satu Pekerjaan Rumah (PR) bagi pemerintah kita baik pusat maupun daerah. Di kota Prabumulih Sumatera Selatan isu pengangguran juga menjadi satu persoalan yang terus diupayakan penanggulangan nya oleh Pemerintah.

Pemerintah Kota Prabumulih sendiri saat ini tengah intens melakukan berbagai program pengendalian angka pengangguran. Diantara program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kota Prabumulih, seperti dikemukakan oleh Pj. Walikota H. Elman, ST. diantara nya adalah melakukan pembekalan, pelatihan bahkan pengiriman putera Puteri kota Prabumulih ke industri untuk di pekerjakan.

“Alhamdulillah beberapa tahun belakangan ini kita terus berupaya maksimal untuk menekan angka pengangguran, terutama bagi anak-anak kita yang tergolong dari keluarga ekonomi lemah, untuk itu kami telah menjalankan program-program pelatihan keterampilan kerja di Dinas Tenaga Kerja melalui UPTD BLK, kerja sama dengan industri garmen di Jawa untuk penyaluran tenaga kerja, juga pelatihan magang ke Jepang” ungkap Pj. Walikota.

“kita memberikan pelatihan kemampuan tenaga kerja siap pakai juga keterampilan kewirausahaan bagi anak-anak yang berminat, ada kursus las, kursus pengoperasikan komputer, kursus membuat roti, serta menjahit” imbuh H. Elman.

“Pelatihan ini gratis tanpa di pungut biaya…, dan yang kami prioritaskan bagi anak-anak si Kota Prabumulih yang berasal dari kalangan keluarga kurang beruntung secara ekonomi, sehingga dengan dibekali keterampilan diharapkan nantinya mereka akan siap dan memiliki kemampuan kerja maupun kewirausahaan” sambungnya.

“Bahkan bagi yang berminat kerja di industri tekstil kita ada program kemitraan dengan PT. Sansan Saudaratex Jaya Semarang, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali mengirim tenaga kerja anak-anak kita dari Prabumulih” ungkap H Elman.

“Selain itu kita juga senantiasa mendorong pihak-pihak perusahaan migas yang beroperasi di Prabumulih melalui CSR nya untuk melaksanakan kegiatan pelatihan atau pembekalan, dan Alhamdulillah salah satu nya kemarin tepatnya Senin 01 Juli 2024 kita secara seremonial menutup kegiatan Pelatihan Mobile Crane oleh PDC (PDSi Drilling Contractor) bekerja sama dengan Disnaker Prabumulih, yang peserta pelatihan nya anak-anak Prabumulih semua” papar Elman.

“Itulah diantara sejumlah program yang tengah Pemerintah Kota Prabumulih lakukan untuk mengatasi masalah pengangguran, dan kami akan terus mencari solusi yang terbaik untuk anak-anak pencari kerja si Kota Prabumulih…, saya pribadi juga tak mau anak-anak kami hanya jadi penonton saja sementara pekerja si Perusahaan yang ada di Kota ini berasal dari luar daerah…, makanya kita terus berupaya berkomunikasi dengan pihak-pihak perusahaan yang beroperasi di Prabumulih untuk masalah ini”urai H. Elman.

Menambahkan keterangan Pj Walikota diatas, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Prabumulih, H. Sanjaiy Yunus, SH mengungkapkan bahwasanya saat ini program yang tengah berjalan adalah pengiriman twnaga kerja selain ke san-san saudara tex di Tanggerang juga pengiriman naker ke PT. Singapura freshgreen Makmur di Tanggerang.

H. Sanjaiy Yunus, SH Kadisnaker Kota Prabumulih

 

Kemudian kata Pria yang Akrab sisapa H. Sanjaiy ini ada juga program 9 program pelatihan yang bersumber dari APBN yaitu pelatihan las, manufacturing, kendaraan ringan, sepeda motor, menjahit dengan mesin, kecantikan, pembuatan roti dan kue, serta pengoperasian komputer ke administrasi an.

“Disitu kami menanyakan kepada peserta pelatihan ini, ada yang mindset nya ingin bekerja di Perusahaan atau di suatu industri, ada juga yang berkeinginan untuk berwirausaha nah disini yang lebih kami prioritaskan” kata H. Sanjaiy, saat dibincangi media di ruang kerjanya Selasa (02/07/2024)

‘Karena kalau dia mempunyai mindset untuk usaha mandiri, setelah diberikan pelatihan keterampilan kami juga akan memberikan bantuan alat penunjang kerja atau usaha tersebut seperti mesin las, atau mesin jahit, bahkan kita juga ada bantuan permodalan melalui Bank Sumsel Babel Cabang Prabumulih ” terang Sanjaiy.

Terpisah, Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Prabumulih Ariefriasinata ST, mengungkapkan bahwa Pelatihan yang menjadi Favorit disana adalah Las. Alasannya kata keterampilan ‘mengelas’ ini memang segmen mebutuhan industri migas.

Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Prabumulih Ariefriasinata, ST berfose di Gedung Bengkel BLK

“Di Prabumulih kan wilayah operasi sejumlah Perusahaan bergerak di migas yang kegiatan nya banyak menggunakan jasa teknisi las makanya kursus las ini banyak peminatnya” ujar Arief.

Dari BLK ini kata Arief peserta diberi sertifikat dan diuji kompetensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) selanjutnya direkomendasi untuk On Job Training di Perusahaan.

“Sebagian besar setelah OJT saat pihak perusahaan tengah membutuhkan tenaga mereka yang beruntung direkrut kerja” tutup nya. (Adv-Anja)