Sumselnews co.Id|Muba- Meski Kondisi saat ini semburan sumur minyak ilegal drilling yang berada di kelurahan keluang kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin sudah tidak lagi menyemburkan minyak disertai gas.
Masyarakat dihimbau agar untuk tidak lagi melakukan aktivitas mengambil tumpahan minyak yang berada di lokasi area Sumur Minyak.

“Ya kami memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak lagi mengambil sisa-sisa minyak yang masih ada karena, kondisi yang ada saat ini di khawatirkan bisa mengancam keselamatan bagi masyarakat. Uap Gas dari semburan sumur tersebut masih terasa hawa panas hingga bau yang masih sangat menyengat,” Ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Banyuasin, Andi Wijaya Busro Kepada Awak media.
Tidak hanya itu, himbauan lain juga disampaikan kepada masyarakat yang masih berada di lokasi agar jangan melakukan aktivitas yang bisa menimbulkan percikan api.
“Kami juga menyampaikan kepada warga yang berada di area tersebut, jangan melakukan aktivitas yang bisa menimbulkan percikan api seperti merokok, dan lainya. Dikhawatirkan karena uap gas di area tersebut masih ada,”imbuhnya.
Sementara, sumur yang menyemburkan minyak mentah terlihat sudah aman, terdapat juga police line disekitar titik semburan. Tim yang turun ke lapangan pihak OPD terkait dan Kecamatan Keluang , Kelurahan Keluang, Sat Pol PP, BPBD, Polres Muba dan Polsek Keluang, serta unsur Polda Sumsel.
Aroma bekas semburan minyak juga masih menyengat hidung. Jalan yang berada di lokasi semburan juga licin akibat semburan setinggi 100 meter di lokasi kebun milik warga.
Menurut warga, untuk satu jeriken berukuran 35 liter dihargai oleh pengepul Rp 50 ribu.
“Kalau kami bawa jerigen ukuran 35 liter dibeli lagi samo orang di hulu seharga Rp 50 ribu. Pakai motor ini cuma bisa mampu bawa dua jeriken karena jalan di sini sudah licin,” terang An, warga yang ikut mengambil minyak.
Sejak semburan minyak terjadi, minyak yang berhasil dikumpulkan nyaris sebanyak 1.000 drum.
“Satu drum minyak nilainya Rp 800 ribu. Yang dijual lagi oleh warga ke pengepul di Hulu (sebutan domisil pengepul),” terang An lagi.
Seperti diberitakan sebelumnya, semburan minyak mentah tersebut berasal dari tambang sumur minyak tradisional viral di media sosial sejak Kamis pagi.
Dalam video tersebut tampak tumpahan mirip minyak mentah mengalir deras dari sumber yang diduga berasal dari sumur bor tradisional.
Terlihat juga beberapa warga ikut mengambil minyak tersebut menggunakan alat seadanya dan memasukan ke dalam drum dan deriken.
“Kejadian ini dekat pemukiman mas, depan SMA Keluang,” ujar Man, salah satu warga.







