Bandar arisan online, yang saat ini ditetapkan tersangka Indri Apria Sari (24) membantah jika dirinya dituduh melarikan uang member arisan online yang dikelola dirinya capai milyaran rupiah

Indri yang juga berprofesi sebagai bidan ini mengaku Ternyata, tersangka tidak memiliki lagi uang member arisan tersebut lantaran seluruhnya sudah dibayarkan alias diputar untuk membayar member arisan lainnya.

“Tidak benar,jadi uang itu, yang berputar selama arisan sebesar Rp 3 Miliar. Bukan uang yang digelapkan atau dilarikan, semua uang tersebut sudah dibayarkan klien kami ke pemenang arisan, terutama yang menerima diawal-awal,” ungkap Pengacara Tersangka Indri, Nuri Hartoyo SH MH kepada awak media saat ditemui di Pengadilan Negeri Sekayu, Selasa (20/4).

Dikatakanya, memgapa Indri nekat terjun membukan arisan online, dia mengaku juga jadi korban bandar arisol yang ada di Palembang. Bandar tersebut, menyarankan Indri untuk membuat “kaki” sendiri di wilayah Mangunjaya, Kecamatan Babat Toman.

“Dia seperti terhipnotis, kita akan mengambil langkah hukum terhadap bandar yang di Palembang,” tukasnya.

Namun, meski sempat ikut bandar di Palembang, tersangka akhirnya membuka arisol yang ia kelola sendiri. Walau diakui, sempat tidak masuk akal, lantaran modusnya pemasang arisan setor Rp10 juta dalam tempo beberapa bulan dapat Rp20 juta.

“Makanya uangnya sudah habis dibayarkan untuk pemenang arisan, jadi tidak benar klien kami melarikan uang,” tegas Nuri.

Lanjut Nuri, pihaknya membantah tudingan kliennya melarikan diri usai kasus tersebut mencuat, pasalnya kliennya tidak lari kemana-mana, hanya ke tempat kerabatnya. Kliennya hanya untuk menenangkan sekaligus mengamankan diri.

“Untuk menghindari amuk massa dan hal tidak diinginkan,” cetusnya.

Dijelaskannya, Senin (19/4) kliennya memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan di Mapolres Muba. Ternyata, pihak penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi kasus tersebut dan menetapkan kliennya sebagai tersangka sekaligus dilakukan penahanan.

“Kita sudah mengajukan untuk tahanan kota kepada penyidik, nantinya keputusannya di penyidik, yang terpenting sudah kita ajukan,” kata dia.

Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIk melalui Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin SH membenarkan adanya pengajuan tahanan kota dari pihak pengacara tersangka. “Hak tersangka, tapi kita lakukan penahanan, saat ini sudah di rutan,” ujar Ali.

Bagaimana dengan pengakuan pihak tersangka bahwa ada bandar arisol lagi yang di Palembang?Ali mengatakan bahwa kasusnya masih dalam penyidikan. “Kita lihat perkembangan kasusnya,” tukasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini