Adanya warga yang terkonfirmasi kasus covid-19 di Desa Teluk Kecamatan Lais Kabupaten Muba yang saat ini tengah menjalani perwatan dan sebelumnya beberapa hari lalu ada warga yang meninggal diketahui terkonfirmasi covid -19 membuat situasi mayarakat di Desa tersebut sedikit resah.

Salah satu warga Desa Teluk yang minta namanya tidak disebut kepada wak media membernkan jika dalam beberapa hari terakhir warga sedikit resah karena ada beberapa orang warga yang positif covid – 19.Bahkan Ada yang meninggal dikeatahui terkonfirmasi postif -19.

“Ya, pak kami warga di sini sedikit khawatir, karena belum lama ini ada warga yang postif covid -19 suami dan istri. Sebelumnya bebarapa hari lalu ada juga warga yang meninggal di ketahui positif Covid -19 juga,”ungkap warga tersebut kepada awak media, Sabtu (13/3).

Dikatakanya, beredar juga di masyarakat bahwa ada yang menyebutkan bahwa Desa Teluk sudah masuk dalam kategori zona merah.

“karena kita dak paham nian pak soal covid-19 ini, jadi kami harap pihak terkait segera menindaklanjuti informasi yang membuat resah warga,”ucapnya.

Sementara, dikonfirmasi terkait adanya keresahan masyarakat di Desa Teluk bahkan beredar informasi masuk dalam katagori zona merah juru bicara satgas Covid -19 Seftiani Peratita SS MKes menegaskan untuk menentukan satu wilayah apakah masuk dalam zona merah atau tidak yakni berapa jumlah kasus yang terkonfirmasi covid-19

“Jadi untuk Desa Teluk, saat ini terkonfirmasi ada 5 kasus , dimana dari 5 kasus tersebut empat kasus masih dalam proses perawatan dan 1 kasus sudah meninggal,”kata septi

lebih lanjut, septi menjelaskan catatan zona merah dalam satu tempat di tingkat desa bisa ditetapakan apabila dalam satu Desa tersebut ditemukan lebih dari 10 kasus yang terkonfirmasi covid -19.

“Jadi, Desa Teluk ini belum bisa dikatakan masuk zona merah karena baru ada 5 kasus yang ditemukan. Namun kami sudah melakukan tracking belum tahu hasilnya. Nanti akan kami kordinasikan juga kepada pihak Kecamatan dan Puskesmas untuk protokesnya,”tukasnya.

Terpisah, Camat lais Demoon Hardian Eka Suza ,S.M.Si mennyebutkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid -19, pihakanya bersama forkomicam terus melakukan sosialisasi dan mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan selalu menerapakan protokol kesehatan.

“Sosialisasi himbauan hingga yustisi sudah kami lakukan, masyarakat terus diingatakan agar tetap menerpakan protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak. Kami juga menghimbau agar menghindari kerumunan kurangai kegiatan yang tidak terlalu penting,”tukasnya.

Sebagai informasi, Update COVID-19 Muba: Nihil Positif, Bertambah 3 Kasus Sembuh l, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Jumat (12/3/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus positif dan bertambah 3 kasus sembuh.

“Ya, tidak ada penambahan kasus positif dan bertambah 3 kasus sembuh per 12 Maret 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP.

Diketahui, Diketahui, hingga 12 Maret 2021 ada sebanyak 1042 kasus diantaranya 983 kasus sembuh. Kemudian, 15 masih dirawat, dan 44 kasus meninggal dunia.

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 12 Maret 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 1 proses pengawasan 190 selesai pengawasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini