SumselNews.co | Pemusnahan bahan pangan ‘Bansos’ kedaluarsa oleh Dinas Sosial Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ditanggapi dengan rasa kecewa dan marah oleh warga.
Kekecewaan warga bukanlah terhadap tindakan Pemusnahan Bahan Pangan Kedaluarsanya, namun soal kenapa sampai jadi lewat masa layak guna nya belum atau tidak tersalurkannya.
Apalagi menurut warga yang awak media ini mintai komentar nya, saat ini belum lagi terbebas dari dampak Pandemi Covid-19, yang berimbas kepada kondisi tak stabilnya ekonomi.
Seperti disebutkan oleh Nara sumber media ini Budi
“Pertanyaan nya kenapa dipendam sampe kedaluarsa, coba dibagikan saja semuanya sebelum kedaluarsa, kan warga memang butuh bantuan dimasa Corona ini…” Cetusnya.
Nada keluhan juga diutarakan Helki, “Kami dengar itu memang Bansos sudah Kedaluarsa, terus dibakar, tapi tak ada perwakilan pihak lain, Kejari, DPR misalnya… kenapa apa tidak ada petugas mengecek rutin kapan batas penggunaan sampai kedaluarsa cakitu kan sayang sekali” katanya.
Bahkan beberapa warga dan Nara sumber media ini mencetuskan bahwa mereka meminta agar polemik Bansos Kedaluarsa dan Pemusnahan nya diusut oleh Aparat Penegak Hukum dan meminta kepada DPRD PALI agar masalah ini di sikapi.
Untuk memastikan kabar tersebut awak media pun lantas investigasi langsung ke Kantor Dinsos Pali, pada Minggu (07/03/2021).
Setiba di halaman kantor Dinsos Jalan Merdeka Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi, awak media tampak mendapati adanya sisa-sisa pembakaran kemasan mie instan, makanan kaleng, dan potongan kemasan beras yang tak habis dibakar api.
Kemudian awak media pun lanjut menyambangi Kadinsos PALI, untuk konfirmasi mengenai desas desus yang beredar seperti disebutkan Nara Sumber
Metty Etika, SE. M.si, Kadinsos ternyata membenarkan bahwasanya ada pemusnahan Bahan Pangan Yang Sudah Kedaluarsa.
“Memang benar kami membakar Bansos Mie, makanan kaleng dan beras, karena itu sudah Kadaluwarsa” ucapnya mantap
“Mie Instan, Beras, dan Kalengan, sudah tidak layak di konsumsi maka kami bakar di halaman kantor belakang pada sore hari” terang nya lugas.
Beberapa waktu sebelum berita ini dimuat, memang santer tersebar kabar bahwa di Dinsos Pali terdapat stock Bahan Pangan Bansos yang telah kedaluarsa. (Rn)







