Beranda MUBA Tindak Tegas Sesuai Prosedur, Lakalantas yang Disebabkan Oleh Kerusakan Jalan

Tindak Tegas Sesuai Prosedur, Lakalantas yang Disebabkan Oleh Kerusakan Jalan

0

Warga dan pengendara yang melintas di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) tepatnya di Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, mengeluhkan adanya kegiatan perbaikan jalan tambal sulam, karena sering mengakibatkan kecelakaan lalulintas (lakalantas) tunggal.

“Memang lubang yang ada tidak terlalu dalam, namun sayang sering mengakibatkan korban jiwa, kebanyakan pengendara roda dua atau sepeda motor yang mengalami hal tersebut,” ujar Iwan (40) warga Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu ditemui saat melintas di jalan itu.

Kecelakaan terjadi, oleh karena ban atau roda kendaraan sepeda motor ketika sang pengendara tidak tahu, ia akan oleng, lalu terjungkal. “Karena panic, kemudian jatuh, ada yang luka lecet biasa, namun ada juga sampai meninggal dunia, nah inilah yang kami keluhkan,” jelasnya

Ia berharap kepada pihak terkait yang melakukan kegiatan tambal sulam itu hendak nya segera melakukan pembenahan. “Sehingga tidak menimbulkan kecelakaan lalulintas, dan tidak membahayakan pengendara,” jelasnya

Senada dikatakan, Lukman (35) supir Truk yang biasa melintas di jalan tersebut mengatakan, kegiatan tambal sulam bagi dirinya tentu saja sangat merugikan. Pasalnya, ketika melintas ia selalu menghindar, karena bisa merusak roda.

“Parahnya, ketika kita sedang enak enak jalan, namun didepan kita ada pengendara sepeda motor kemudian terjungkal, lalu saya rem ngejut. Kalau tidak sih pengendara tadi bisa terlindas. Nah oleh karena itu, kami berharap kepada pihak terkait dapat segera melakukan perbaikan,” tukasnya

Sementara itu,dikonfirmasi terkait masih banyaknya ditemui titik- titik Kerusakan jalan nasional tepatnya jalam lintas tengah (Jalinteng) di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin yang belum diperbaiki oleh pihak terkait
Kasat Lantas Polres Muba AKP Candra Kirana SIK mengatakan pihaknya akan secara tegas melakukan tindakan sesuai prosedur jika ada laka lantas yang disebabkan akibat kerusakan jalan.

“Kami akan bertindak secara tegas sesuai prosedur bagi laka lantas yang di sebabkan oleh jalan, baik jalan yang berstatus milik Jalan Kabupaten provinsi maupun nasional, Kita akan berkordinasi dan memanggil para pihak terkait dan menyurati agar segera melakukan percepatan terkait perbaikan jalan.,”Kata Candra Kirana.

Ia menyebut, Lakalantas yang disebabkan akibat jalan sesuai undang-undang nomor 20 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan bisa dilakukan proses hukum ada kententuan pidana yang mengatur hal tersebut.

Undang-undang nomor 20 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan disebutkan pada pasal Pasal 24
(1) Penyelenggara Jalan wajib segera dan patut untuk
memperbaiki Jalan yang rusak yang dapat
mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas.
(2) Dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan Jalan yang rusak sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
penyelenggara Jalan wajib memberi tanda atau rambu
pada Jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya
Kecelakaan Lalu Lintas.
Pasal 25

(1) Setiap Jalan yang digunakan untuk Lalu Lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan Jalan berupa:
a. Rambu Lalu Lintas;
b. Marka Jalan;
c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;
d. alat penerangan Jalan;
e. alat pengendali dan pengaman Pengguna Jalan;

f. alat pengawasan dan pengamanan Jalan;
g. fasilitas untuk sepeda, Pejalan Kaki, dan penyandang
cacat; dan h. fasilitas pendukung kegiatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berada di Jalan dan di luar
badan Jalan. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai perlengkapan Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

KETENTUAN PIDANA

Pasal 273
(1) Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki Jalan yang rusak yang
mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan Kendaraan dan/atau barang dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp120.000.000,00
(seratus dua puluh juta rupiah)

128 –

(4) Penyelenggara Jalan yang tidak memberi tanda atau
rambu pada Jalan yang rusak dan belum diperbaiki
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) dipidana
dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau
denda paling banyak Rp1.500.000,00 (satu juta lima
ratus ribu rupiah).

Pasal 274

(1) Setiap orang yang melakukan perbuatan yang
mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi
Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu)
tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua
puluh empat juta rupiah).
(2) Ketentuan ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2).

Pasal 275

(1) Setiap orang yang melakukan perbuatan yang
mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu
Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas,
fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
(2) Setiap orang yang merusak Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan sehingga tidak berfungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua)
tahun atau denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima
puluh juta rupiah).

“Mari sama2 kita antisipasi sebelum laka terjadi, karena sebagian besar penerangan lintas tengah masih sangat kurang,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here