Beranda MUBA Terkesan Asal-Asalan , Belum 1 Tahun Kondisi Pendestrian di Sungai Lilin Memprihatinkan

Terkesan Asal-Asalan , Belum 1 Tahun Kondisi Pendestrian di Sungai Lilin Memprihatinkan

0

SEKAYU | Pembangunan pedestrian trotoar yang berada di Kecamatan Sungai Lilin tepatnya di pasar Sungai Lilin kondisi saat ini sangat memprihatinkan tidak hanya itu pedestrian yang dibuat tersebut justru tidak Aksesibilitas bagi para penyandang disabilitas

Ali, salah satu warga Sungai Lilin dijumpai awak media , Kamis (11/6) mengatakan pedestrian atau trotoar yang saat ini kondisinya memprihatinkan ini dibangun sejak tahun 2019,

Tidak hanya itu, ali melihat bahwa pembangunan pedestrian tersebut juga justru tidak memberikan Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas khususnya untuk tunanetra.

Terlihat pada bangunan lantai pendestrian tepat berada di atas jalur bagi tunanetra terdapat tiang listrik yang membahayakan jika penyandang disabilitas tuna netra mengakses jalur tersebut.

“Iya sangat disayangkan sekali mas,sepertinya terkesan asal-asalan pembangunan pedestrian ini,”kata Ali.

Ali juga menyebut masih minimnya kesadaran masyarakat terhadap fungsi dari pedestrian atau trotoar ini, juga ikut andil mempercepat kerusakan pada bangunan tersebut.

“masyarakat masih belum banyak yang memahami. kami berharap pihak terkait memberikan rambu-rambu atau himbauan agar masyarakat paham dan mengerti apa yang menjadi fungsi dari pendestrian tersebut.,”imbuhnya.

Sementara itu dikonfirmasi terkait kerusakan di beberapa titik pendestrian di Sungai Lilin dinas perkim Kabupaten Musi Banyuasin melalui Kukun Kurniana ST.MM PPK kegiatan Penataan prasarana sarana (pedestrian jalur hijau drainase) kawasan permukiman perkantoran Kecamatan Sungai Lilin mengatakan Masalah kerusakan yang terjadi banyak diakibatkan oleh salah penggunaan.

“pedestrian kan diperuntukan bagi pejalan kaki, bukan untuk kendaraan bermotor apalagi truk dengan beban berat. Kondisi badan jalan yang rusak dan dipaksakan dilewati kendaraan berat yang berimbas pada kerusakan pedestrian. Tapi ini sudah dikoordinasikan dengan pihak penyedia dan mereka masih bersedia melakukan perbaikan,”singkatnya

Dari LPSE Kabupaten Muba yang telah ditayangkan Kode paket 8 3 1 0 1 6 8
pengerjaan tersebut yakni kegiatan kegiatan Penataan prasarana sarana dan utilitas (pedestrian jalur hijau drainase) kawasan permukiman perkantoran Kecamatan Sungai Lilin yang sudah selesai tender dengan nilai 1,9 Miliar.

Sebagai informasi, Dinas perhubungan kabupaten Musi Banyuasin telah mengeluarkan surat edaran terkait larangan parkir kendaraan di badan jalan surat edaran tertanggal 9 Juni 2020 nomor 550/447/dishub/2020 dimana isi edaran tersebut yakni untuk keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas panjang jalan di Kabupaten Musi Banyuasin khususnya di sepanjang jalan dalam kota Sekayu lanjuti surat edaran sekretaris daerah Musi Banyuasin nomor 5 5 0/185/dishub 2019

Tentang larangan parkir kendaraan di trotoar dan bahu atau badan jalan berdasarkan peraturan pemerintah nomor 34 tahun 2006 tentang jalan pada pasal 35 ayat 1 menjelaskan bahwa badan jalan hanya diperuntukkan bagi pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan pada pasal 38 menjelaskan bahwa setiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan selanjutnya diberitahukan kepada seluruh pemudik kendaraan bermotor untuk tidak parkir di atas badan jalan yang dapat mengganggu keamanan ketertiban dan kelancaran lalu lintas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here