Beranda MUBA Penyidik Kejati Sumsel Kroscek Pembangunan Jalan Yang Di Danai PT SMI Di...

Penyidik Kejati Sumsel Kroscek Pembangunan Jalan Yang Di Danai PT SMI Di Muba

0

SEKAYU | Pembuatan jalan di kecamatan Lawang Wetan yang judul pekerjaannya yaitu Pelebaran dan Peningkatan Jalan Sukarami – Sp. Sari – Tanah Abang – Saud – Sp. Selabu – Dawas – Berlian Makmur (C.2) – Jalan Negara di kabupaten Musi Banyuasin tahun Anggaran 2018 yang lansiran Pengerjaan ini tuntas dalam kurun waktu 240 hari oleh pihak ketiga PT BRANTAS ABIPRAYA (Persero) dengan rincian pengerjaan aspal hotmix di sepanjang jalan 32 kilometer dan cor beton 27 kilometer.

Menurut Deputy MAKI Sumatera Selatan ( Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ) menngatakan Jalan lewang Wetan ini merupakan salah satu jalan alternatif atau jalan pintas bagi warga yang ingin menuju kota sekayu dan lubuk linggau dari akses jalan negara sungai lilin, karena tidak perlu untuk memutar ke betung atau lewat palembang hingga bisa menghemat waktu jarak tempuh uang ,” ujar Ir.Fery Kurniawan kepada Wartawan di saat lakukan investigasi ke lapangan (11 April 2020 ).

“ Berdasarkan pantauan Kami dari MAKI dan pihak kejati Propinsi Sumatera Selatan yang telah terjun langsung kelapangan terkait dengan jalan yang dilakukan PT . SMI melalui pihak ketiga PT. BRANTAS ABIPRAYA salah satunya pekerjaannya berada kawasan Kec. Sekayu – Kec. Lawang Wetan – Kec. Batang Hari Leko – Kec. Keluang Kec. Sungai Lilin, dengan panjang 66,5 kilometer ,tapi sangat di sayangkan saat ini kondisinya dalam hitungan bulan di duga 50 persen jalan tersebut GATOT ( Gagal Total ) diantaranya bagian konstruksi jalan tersebut terlihat hancur,penuh lubang , di duga spek mutu pekerjaan dan volume pekerjaannya yang di senyalir tidak sesuai RKS ( Rencana Kerja dan Syarat ),” papar Deputy MAKI Sumsel

Terkait parahnya pengerjaan jalan lawang wetan ini konfirmasi pihak media kepada kepala Dinas pekerjaan umum Tata Ruang Kabupaten Musi Banyuasin melalui WA nya pada tanggal 13 April 2020 juga Gagal Total,karena tidak ada jawaban yang di dapat.

Mengutip pemberita media on line lokal sebelumnya terkait jalan ini bupati Dodi Reza Alex Noerdin pernah memaparkan pembangunan jalan di Kecamatan Lawang Wetan tersebut menelan biaya sekitar Rp118 miliar.

Menurut bupati, pembiayaan dari perusahaan pelat merah tersebut cukup meringankan pemda, selain bunga rendah juga sangat memprioritaskan percepatan pembangunan di daerah-daerah.

“Kalau meminjam di BPD bunganya tinggi, jadi kami cari pilihan lain di PT SMI dan bertahap peningkatan infrastruktur di Muba selesai,” jelasnya.

Dia melanjutkan, dirinya akan melibatkan para pihak terkait serta warga untuk bersama-sama menjaga kondisi jalan yang sudah baik tersebut.

“Kami ingatkan juga pihak perusahaan untuk tidak melampaui muatan barang bawaan, ini sudah tegas diatur dalam peraturan bupati,” katanya.

Menurut Dodi, proses pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Muba tidaklah mudah pasalnya topografi Muba sebagian besar dataran rendah diatas lahan rawa dan gambut.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herman Mayori, menjelaskan pembangunan jalan di Kecamatan Lawang Wetan yakni meliputi jalan Sukarami-Simpang Sari-Tanah Abang-Saud-Simpang Selabu-Dawas-Berlian Makmur (C2)-Jalan Negara Kecamatan Lawang Wetan,” kata Ir Fery Kurniawan mengulas ulang pemberitaan dari media on line Bisnis.com (05 April 2019)

Lanjut Fery ,” melihat kondisi jalan lawang wetan kondisi nya seperti ini dengan habiskan anggaran ratusan milyar,pinjaman lagi,kami dari MAKI Sumsel akan dampingi pihak kejati untuk mengusut tuntas terkait pengerjaan proyek proyek di Kabupaten Musi Banyuasin yang melibatkan pihak PT. SMI sebagai peminjam keuangan untuk pembangunan infrastruktur di MUBA era kekuasaan bupati Dody Reza ,” tegas Deputy MAKI Sumsel. ( BB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here