Beranda MUBA Cegah Penyebaran Covid-19, Masuk Muba Harus Penuhi Lima Syarat

Cegah Penyebaran Covid-19, Masuk Muba Harus Penuhi Lima Syarat

0

SEKAYU | Berbagaj langkah preventif terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin dalam pencegahan dan pemutusan mata rantai Corona Virus Disease (Covid 19). Yakni perketat pintu masuk wilayah Bumi Serasan Sekate.

Selain langkah tersebut sebelumnya Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdi. Sebagai ketua Gugus Satuan Tugas Covid 19, telah melakukan pembagian masker di tengah masyarakat dan penyemprotan Disenfektan.

“Nah mengiringi langkah tersebut kita telah membuat surat edaran yang telah ditanda tangani Sekretaris Daerah pada 22 April 2020 lalu, yang isinya mengawasi warga datangan dari zona merah, baik itu pekerja maupu karyawan yang masuk daerah Muba,” jelas Kepala Dinkes Muba dr H Azmi Dariusmansyah MARS, Senin (27/4).

Lebih lanjut Azmi menjelaskan, karyawan dan pekerja serta warga datangan boleh masuk ke Muba diharuskan menunjukan lima syarat tertentu. “Diantaranya, membawa surat keterangan selesai karantina selama 14 hari, kemudian membawa surat keterangan Rapid Test Negatif,” ungkapnya

Selanjutnya masih kata Azmi, adanya hasil Rontgen dan Laboratorium, lalu harus bersedia dikarantina selama 14 hari ditempat kedatangannya bekerja.

“Nah yang terakhir, jika tidak memenuhi syarat tersebut, masyarakat/pekerja/karyawan ditunda masuk ke daerah Kabupaten Muba. Aturan ini dibuat tidak lain agar masyarakat di Bumi Serasan Sekate merasa nyaman dan tidak ada kepanikan,” tegasnya.

Sekali lagi aturan yang dibuat tersebut bukan untuk menghalangi orang atau pekerja dan karyawan masuk ke wilayah Muba, akan tetapi ingin menghilangkan rasa kecemasan masyarakat di tengah wabah Pandemi Covid 19. “Dan hal tersebut berdasarkan kesiapsiagaan yang dilakukan, karena zona merah yang ditetapkan penyebaran Covid 19 itu transmisi lokal lebih dari 50, seperti Kota Palembang dan Prabumulih,” ungkapnya

Selain itu pula, Dinkes bersama Tim Gugus Tugas Covid 19 tetap berkoordinasi dengan pihak pemerintah kecamatan, dan 28 Puskesmas, serta pihak pemerintah desa. “Agar bersama sama meng edukasi kepada masyarakat, sifatnya jangan ada arogansi, tapi pembetasan ruang gerak orang masuk ke Muba, sehingga pencegahan Virus Corona bisa dilakukan,” imbuhnya

Disamping itu pula, ia mengingatkan kepada petugas kesehatan di Puskesmas hendknya juga jangan terlalu mudah mengeluarkan surat sehat. “Namun harus ada prosedur dan penanganan tertentu, seperti dilakukan pemeriksaan dengan teliti sehingga terhindar dari Virus Corona,” pintanya

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin menyebutkan, pihaknya bersama Forkopimda serta Gugus Tugas Covid-19 akan terus memperketat pintu perbatasan. “Pintu masuk perbatasan akan terus diperketat, mengingat kasus bertambah satu PDP tersebut bukan warga Muba, namun secara Kemanusiaan wajib hukumnya untuk kita layani sesuai dengan Protokol Kesehatan dan dan PDP 25 wajib dan tetap harus mendapatkan penanganan layanan di Muba walaui PDP ini bukan warga muba tetapi melintas di Muba karena Profesinya sebagai Sopri Angkutan Bahan Pokok,” ungkapnya.

Dodi mengingatkan agar warga Muba khususnya untuk selalu safety dan mengenakan masker saat berada di luar rumah. “Kurangi aktifitas di luar rumah, hindari kerumunan. Jaga jarak minimal 2 meter Kalau mendesak untuk keluar rumah harus memakai masker, mari kita putus mata rantai penularan Covid-19 ini,” ucapnya.

Ia juga telah memastikan bahwa menelusuri riwayat perjalanan PDP 25 tersebut ketika masuk wilayah Muba. “Dan tim Kita telah telusuri dimana saja PDP ini singgah dan berinteraksi ketika masuk wilayah Muba,” dan Tim Dinkes kita telah mentracking semua dan telah juga berkordinasi dengan dinkes Jambi asal warga dimaksud untuk men trarcking riwayat perjalanan driver selama di jambi untuk meminimalisir penyebaran covid 19,” tandasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here