Beranda MUBA Aktivitas Pengeboran PT LCM Semburkan Air dan lumpur Cemari Lingkungan...

Aktivitas Pengeboran PT LCM Semburkan Air dan lumpur Cemari Lingkungan dan Sungai Warga Desa Tanjung Agung Selatan

0

SEKAYU | Akibat adanya aktivitas perusahaan PT (Lais coal Mine) LCM yang melakukan pengeboran di lokasi milik perusahaan yang berada di Desa Tanjung agung selatan Kecamatan Lais Kabupaten Muba, dimana, pada saat pengeboran mengeluarkan semburan air dan lumpur selama 7Jam.

Dengan ketinggian semburan mencapi 10 -12 M hingga berdampak terhadap pencemaran lingkungan di sekitar lahan sawit milik warga. Selain itu semburan air dan lumpur juga mencemari sungai yang berada disekitar warga setempat.

Dari informasi Kepala Desa Tanjung Agung Selatan Indra Kusuma Sy.SE mengatakan semburan air dan lumpur tersebut terjadi pada hari kamis tanggal 28 Mei 2020.

“Semburan itu diketahui subuh hari oleh warga yang saat itu melintas di lokasi tersebut, selama 7 jam semburan air dan lumpur tersebut baru bisa berhenti setelah pihak perusahaan melakukan penutupan pada titik loaksi pengeboran,”ungkap Indra, Sabtu (30/5).

Akibat semburan air dan lumpur tersebut, indra magatakan mencemari kebun sawit milik Rudi Hartono warga Desa Tanjung Agung Selatan serta sungai yang berada tak jauh dari tempat tinggal penduduk yang setiap harinya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk MCK.

“Memang pada tanggal 5 Mei 2020 perusahaan melapor kepada pemerintah Desa bahwa akan melakukan pengecekan dan melanjutkan pengeboran di 14 titik untuk mengetahui ketuaan dan ketebalan batubara yang sudah dilakukan pada tahun 2012 lalu. Pada tanggal 6 Mei perusahaan mulai melakukan pengeboran di 14 titik yang ada, namun karena mendekati hari raya idulfitri semua karyawan 2 hari sebelumnya sudah mulai meliburkan diri melakukan aktivitas tersebut. Memang dari 14 titik itu sudah hampir selesai semua 13 titik dan Sudah dilakukan, namun di titik 07 terjadi permasalahan yakni mengeluarkan semburan air dan lumpur,”teranganya.

Lumpur yang menggenangi hampir menutupi sungai yang kedalamannya 75 m, saat ini tidak bisa dimanfaatkan oleh warga. Tak hanya itu ada juga Sungai milik warga yang sudah dilakukan lelang ikut tercemar ekosistem ikan yang berada di dalam sungai tersebut banyak yang mati,dimana sungai itu setiap tahunnya menjadi penghasilan warga pemilik sungai tersebut.

Hingga saat ini, sampai dengan adanya kunjungan wakil bupati Beni hernedi beserta pihak terkait yang langsung meninjau lokasi adanya semburan air dan lumpur di Desa Tanjung Agung Selatan belum ada respon atau itikad baik dari perusahaan tersebut.

“Harapan warga serta pemerintah Desa semoga semburan ini tidak membawa musibah dan kerusakan bagi warga dan lingkungan bahkan sebaliknya semoga membawa Hikma yang lebih besar dibalik ini semua. Kiranya pihak perusahaan juga lebih mengutamakan Amdal atau dampak lingkungan serta peduli atas kerugian yg di akibatkan musibah semburan ini,”harapanya.

Pihak pemerintah desa juga, indra menyampaiakan telah mengimbau warga agar tidak mendekat di lokasi bor tersebut dan tidak merokok atau menyalahkan api karena lokasi tersebut bisa ada gas dan beracun dan sesaat bisa kembali lagi menyemburkan lumpur dan bebatuan yg lebih besar dan membahayakan warga sekitar.Saya juga sudah perintahkan linmas untuk menjaga lokasi tersebut

“Ya kemarin warga ada yang datang ke kami untuk menentukan langkah apa yang akan diambil akibat dari pencemaran aktivitas pengeboran oleh PT tersebut. Saya jawab kita tunggu terlebih dahulu dalam waktu dekat apakah ada itikad baik perusahaan terhadap warga setempat jika tidak ada kita akan mengambil langkah-langkah hukum apalagi wakil bupati juga sudah melihat secara langsung kondisi di lokasi tersebut,”tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here